Indonesia kembali mencatat kekayaan hayati baru. Para peneliti menemukan tiga spesies ngengat yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan secara ilmiah. Satu spesies berasal dari Pulau Sangihe, Sulawesi Utara, sedangkan dua lainnya ditemukan di Papua. Penemuan tersebut dilakukan oleh peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN bersama tim Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado. Hasil penelitiannya diterbitkan dalam jurnal Zootaxa pada Januari 2024. Spesies pertama diberi nama Cryptophasa warouwi. Ngengat berwarna cokelat tua ini merupakan spesies endemik Pulau Sangihe. Namun, kehadirannya bukan hanya menambah daftar keanekaragaman hayati Indonesia. Larvanya juga berpotensi menjadi hama bagi tanaman cengkih. Larva dari kelompok Cryptophasa dikenal sebagai penggerek cabang dan batang. Hewan yang aktif pada malam hari ini memotong daun untuk dimakan, lalu membuat terowongan pada bagian tanaman. Lubang tersebut kemudian ditutup menggunakan anyaman sutra dan kotoran. Gangguan larva ini sebenarnya telah terpantau pada tanaman cengkih di Pulau Sangihe sejak 2016. Pada 2023, wilayah persebarannya semakin luas. Petani cengkih di lima kecamatan bahkan mengalami kerugian karena cabang dan ranting tanaman mereka rusak. Selain cengkih, larva Cryptophasa warouwi diketahui menyerang jambu air dan jambu biji. Karena mampu memakan beberapa jenis tanaman, para peneliti menilai diperlukan strategi pengendalian dan analisis risiko. Spesies ini juga perlu diperhatikan dalam penyusunan daftar hama karantina dan pengelolaan pertanian. Dua spesies baru lainnya bernama Glyphodes nurfitriae dan Glyphodes ahsanae. Keduanya berasal dari Papua dan dinyatakan sebagai taksa baru berdasarkan analisis bentuk tubuh atau morfologi. Penemuan ini membuat jumlah spesies Glyphodes yang tercatat di Indonesia menjadi 48. Sebelumnya, publikasi terakhir mengenai kelompok tersebut dari…This article was originally published on Mongabay
Tiga Ngengat Baru: Dua dari Papua, Satu Berpotensi Hama
Tiga Ngengat Baru: Dua dari Papua, Satu Berpotensi Hama




Comments are closed.