Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ketika Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Terbebani oleh Peran Gender

Ketika Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Terbebani oleh Peran Gender

ketika-laki-laki-dan-perempuan-sama-sama-terbebani-oleh-peran-gender
Ketika Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Terbebani oleh Peran Gender
service

Mubadalah.id – Di sebagian daerah, perempuan dianggap lebih emosional dibandingkan laki-laki. Mereka dinilai lebih mudah menunjukkan perasaan sedih, senang, marah, atau takut, dan masyarakat umumnya menerima ekspresi tersebut. Ketika perempuan menangis karena mendengar kabar sedih, hal itu ia anggap wajar. Sebaliknya, ketika laki-laki menangis, mereka sering dicela atau dianggap lemah.

Sejak kecil, anak laki-laki ia ajarkan untuk bersikap jantan, salah satunya dengan tidak memperlihatkan emosi di hadapan orang lain. Akibatnya, banyak laki-laki tumbuh dengan kebiasaan menekan perasaan mereka sendiri dan berusaha menyembunyikan emosi seperti kesedihan, kasih sayang, atau kerentanan.

Masyarakat mengajarkan mereka untuk menghindari ekspresi yang dianggap terlalu perempuan. Tetapi pada saat yang sama lebih menerima luapan emosi yang dianggap maskulin, seperti kemarahan, sikap mudah tersinggung, bahkan tindakan kekerasan.

Pelajaran peran gender semacam ini tidak hanya merugikan laki-laki, tetapi juga perempuan dan anak-anak yang belajar dari perilaku tersebut. Karena seorang ayah tidak boleh menunjukkan emosi atau kelembutan, anak-anak dapat memandangnya sebagai sosok yang dingin dan tidak memiliki kasih sayang. Mereka mungkin tetap menghormatinya, tetapi pada saat yang sama merasa takut dan menjaga jarak.

Padahal, seorang ayah juga menghadapi berbagai persoalan hidup. Namun karena norma gender mengajarkan bahwa laki-laki tidak boleh mengeluh, meminta bantuan, atau berbagi kesulitan kepada orang lain, mereka sering harus memikul seluruh beban itu sendirian. Mereka harus menyelesaikan setiap masalah tanpa dukungan emosional yang memadai. Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berat.

Perempuan Jarang Terlibat

Pelajaran tentang peran gender lainnya juga dapat merugikan masyarakat. Dalam sejumlah komunitas, perempuan tidak boleh ikut serta atau tidak mendapatkan kesempatan berbicara dalam musyawarah tertentu.

Misalnya, ketika ada rencana pembangunan balai pertemuan desa, yang diundang hanya para laki-laki. Pada kesempatan lain, hanya perempuan yang diundang. Bahkan laki-laki dan perempuan muda, terutama yang belum menikah, sering kali tidak memiliki hak bicara meskipun hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam situasi seperti itu, masyarakat hanya mendengar pandangan kelompok tertentu, biasanya laki-laki yang lebih tua, mengenai persoalan yang ia hadapi dan cara menyelesaikannya.

Padahal perempuan memiliki pengalaman, pengetahuan, dan sudut pandang yang sangat berharga bagi proses pengambilan keputusan. Demikian pula pemuda dan pemudi yang sering membawa gagasan baru dan semangat pembaruan. Ketika mereka tidak mendapatkan ruang untuk menyampaikan pendapat, seluruh masyarakat kehilangan kesempatan memperoleh solusi yang lebih baik dan lebih inklusif. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 235.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.