Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Ketimpangan Gaji Guru dan Pekerja MBG Disorot, Pemerintah Diminta Evaluasi Kebijakan

Ketimpangan Gaji Guru dan Pekerja MBG Disorot, Pemerintah Diminta Evaluasi Kebijakan

ketimpangan-gaji-guru-dan-pekerja-mbg-disorot,-pemerintah-diminta-evaluasi-kebijakan
Ketimpangan Gaji Guru dan Pekerja MBG Disorot, Pemerintah Diminta Evaluasi Kebijakan
service

Jakarta, NU Online

Ketimpangan gaji antara guru dan pekerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat, gaji guru di Jakarta saat ini berada pada kisaran Rp300 ribu hingga Rp2 juta per bulan. Angka tersebut dinilai timpang jika dibandingkan dengan gaji sopir MBG yang mencapai Rp3 juta per bulan atau sekitar Rp100 ribu per hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Program Studi Kesejahteraan Sosial, Ilham Noer Sunan, menilai ketimpangan ini seharusnya tidak terjadi.

Menurutnya, persoalan utama bukan membandingkan jenis pekerjaan, melainkan keadilan dalam penghargaan terhadap profesi guru yang memikul tanggung jawab besar dalam membentuk generasi bangsa.

“Jika situasi ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi sistem pendidikan secara keseluruhan. Motivasi akan menurun, regenerasi guru berkualitas terhambat, dan pada akhirnya kualitas pendidikan ikut tergerus,” ujar Ilham kepada NU Online, Selasa (20/1/2026).

Ia menegaskan, pemerintah perlu segera mengevaluasi kebijakan pengupahan agar profesi guru benar-benar ditempatkan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap sistem pendidikan.

“Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga membentuk karakter, nilai, dan pola pikir anak-anak. Namun realitas di lapangan menunjukkan tuntutan profesionalisme tersebut belum diimbangi dengan kesejahteraan yang layak,” katanya.

Senada, pengajar sekaligus Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Cakung, Maulana Machdum, menilai ketidaksetaraan gaji antara guru dan pekerja MBG mencerminkan ketimpangan dan ketidakadilan dalam sistem pendidikan nasional.

“Guru sehari-hari fokus mencerdaskan anak bangsa. Di luar jam kerja pun mereka masih harus melayani konsultasi orang tua dan menyelesaikan berbagai administrasi pembelajaran,” ujar Maulana, yang akrab disapa Adum.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) per 2025, terdapat sekitar 314 ribu guru yang masih perlu ditingkatkan kesejahteraannya oleh pemerintah.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar lebih adil dalam menyejahterakan guru sebagai langkah mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, alumnus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Program Studi Psikologi, Wini Indriani, berpandangan bahwa setiap profesi pada dasarnya layak menerima upah sesuai ketentuan Upah Minimum Regional (UMR).

“Menurut saya, petugas MBG digaji sebesar itu wajar karena beban kerjanya juga besar. Namun hal yang sama seharusnya berlaku bagi guru honorer yang juga layak mendapatkan penghasilan yang setara,” ujarnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.