Jakarta, Arina.id—Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada umat Konghucu.
Ucapan tersebut disampaikan atas nama PBNU dan pribadi sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan dalam perayaan keagamaan.
“Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saya mengucapkan selamat tahun baru Imlek 2577 yang bertepatan dengan 17 Februari 2026,” ucap Gus Yahya, Selasa (17/2).
Gus Yahya berharap tahun baru Imlek memberi berkah perdamaian, kerukunan, rezeki dan kemakmuran bagi bangsa Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat, semoga tahun ini, tahun depan sungguh-sungguh menjadi tahun yang membawa berkah rezeki yang besar untuk kita semua bangsa dan negara Indonesia,” jelasnya.
Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa. Perayaan ini dimulai pada hari pertama bulan pertama dalam penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15.
Malam pergantian tahun Imlek dikenal sebagai Chúxī, yang berarti malam pergantian tahun.
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi figur utama yang membuka ruang kebebasan bagi masyarakat Tionghoa untuk mengekspresikan budaya dan tradisi Imlek secara terbuka di ruang publik.
Melalui pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 dan penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2000, Gus Dur menandai momentum bersejarah yang mengakhiri pembatasan terhadap ekspresi budaya Tionghoa pada masa Orde Baru.
Kebijakan tersebut sekaligus mengembalikan Imlek sebagai bagian sah dari kehidupan sosial dan kebangsaan di Indonesia. Kini, pemerintah menetapkan Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional yang dirayakan setiap tahun.




Comments are closed.