Mon,1 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Ketum PBNU: Kiai Adib Mewakafkan Diri untuk Jam’iyyah dan Jamaah

Ketum PBNU: Kiai Adib Mewakafkan Diri untuk Jam’iyyah dan Jamaah

ketum-pbnu:-kiai-adib-mewakafkan-diri-untuk-jam’iyyah-dan-jamaah
Ketum PBNU: Kiai Adib Mewakafkan Diri untuk Jam’iyyah dan Jamaah
service

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan duka cita atas wafatnya Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza.

Gus Yahya menyebut sosok Kiai Adib sebagai seorang ulama yang mewakafkan diri untuk kemaslahatan jam’iyah dan jamaah.

“Beliau figur kiai yang sudah mewakafkan diri untuk jam’iyah dan jamaah meski dalam kondisi tubuh yang bahkan masih melawan sakit,” katanya melalui media sosialnya sebagai keterangan foto saat bertakziyah di Rumah Sakit Harapan Kita pada Senin (1/6/2026).

Gus Yahya mengaku sudah mengenal sejak lama. Sebab, keluarga Pondok Buntet Pesantren sejak KH Abbas Abdul Jamil sudah berkarib dengan kakeknya, KH Bisri Mustofa. Saat menuju medan pertempuran Perang Surabaya pada 10 November 1945, Kiai Abbas sempat singgah di kediaman kakeknya di Rembang, Jawa Tengah.

“Hal ini sudah terwarisi sejak lama, sejak era eyang kami, Simbah KH Bisri Mustofa dan Simbah Kiai Abbas Buntet, ditandai dengan pertempuran 10 November di Surabaya, di mana Kiai Abbas sempat singgah sejenak di Leteh. Rabithah ini terus bersambung erat hattal ‘ān (sampai sekarang),” lanjutnya.

Oleh karena itu, Gus Yahya beberapa menyempatkan diri sowan Kiai Adib di kediamannya di Buntet Pesantren. Bahkan pertemuan terakhirnya terjadi pada pertengahan Mei 2026 lalu saat ia berkunjung usai mengisi PMKNU di Cirebon.

“Maka ketika terakhir kali sowan Kiai Adib di Buntet awal (pertengahan, penulis) Mei yang lalu, saya seperti pulang ke rumah,” katanya.

Gus Yahya berharap segala khidmah Kiai Adib dapat Allah swt terima. ” Semoga khidmah dan perjuangan KH Adib Rafiuddin Izza diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’alla. Amīn yā rabbal’ālamīn,” harapnya.

“Sugeng tindak kiai. Swargi langgeng kiai,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kiai Adib meninggal dunia di RS Harapan Kita Jakarta apda Senin (1/6/2026) pukul 08.55 WIB. Kiai Adib merupakan salah satu Rais Syuriyah PBNU.

Almarhum dikebumikan di Komplek Pemakaman Gajah Ngambung Buntet Pesantren pada pukul 16.00 WIB. Ribuan orang menghadiri pemakamannya. Hadir pula Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.