Tue,25 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Ketum PBNU Tekankan Penguatan Sistem Hukum untuk Jaga Ketertiban Sosial

Ketum PBNU Tekankan Penguatan Sistem Hukum untuk Jaga Ketertiban Sosial

ketum-pbnu-tekankan-penguatan-sistem-hukum-untuk-jaga-ketertiban-sosial
Ketum PBNU Tekankan Penguatan Sistem Hukum untuk Jaga Ketertiban Sosial
service

Jakarta, NU Online

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menekankan bahwa penguatan sistem hukum penting dilakukan guna menjaga ketertiban sosial. Seruan itu disampaikannya saat konferensi pers di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/7/2026).

Gus Yahya menegaskan, penegakan hukum yang objektif dan imparsial merupakan fondasi utama dalam menjaga ketertiban sosial serta memastikan negara dapat menjalankan fungsinya untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

“Negara ini bisa berjalan kalau ada tertib sosial. Negara ini didirikan sebagai kendaraan untuk mencapai cita-cita bersama dari setiap bangsa,” tegasnya.

Gus Yahya menyebut bahwa komponen yang terdiri dari kepastian hukum, objektivitas dalam penegakan hukum, serta perlakuan yang sama terhadap seluruh warga negara tanpa membedakan kedudukan mereka di hadapan hukum adalah hal utama dalam upaya menjaga ketertiban sosial.

“Tertib sosial itu batang tubuhnya adalah hukum,” jelasnya.

Selain itu, Gus Yahya menilai seluruh instrumen penegakan hukum harus terkonsolidasi demi menjaga kepentingan bangsa yang lebih besar. Konsolidasi tersebut, lanjutnya, dinilai penting agar sistem hukum dapat berjalan secara efektif dalam menopang kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Harus terkonsolidasi untuk menjaga demi kepentingan besar yang fundamental bagi bangsa,” kata kiai asal Rembang, Jawa Tengah itu.

Lebih lanjut, Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak yang memiliki kewenangan di bidang hukum untuk mengesampingkan kepentingan sektoral atau ego parsial dalam menjalankan tugasnya.

“Harus melaksanakan tugasnya secara imparsial, objektif, dan memang diarahkan pada ketertiban hukum demi ketertiban masyarakat supaya negara bisa berfungsi dengan baik,” katanya.

Ia menekankan bahwa pentingnya penegakan keadilan semakin meningkat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. 

“Kepentingan untuk itu, seperti saya sebutkan tadi, keadilan ini menjadi semakin besar, semakin signifikan, mengingat tantangan-tantangan yang kita hadapi sebagai bangsa,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya turut didampingi oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU H Amin Said Husni, Ketua PBNU H Ahmad Suaedy, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Muhammad Najib Azca, serta Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU Hamzah Sahal.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.