Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Khutbah Jumat: Pemerintah Bertanggung Jawab Mewujudkan Kesejahteraan Guru

Khutbah Jumat: Pemerintah Bertanggung Jawab Mewujudkan Kesejahteraan Guru

khutbah-jumat:-pemerintah-bertanggung-jawab-mewujudkan-kesejahteraan-guru
Khutbah Jumat: Pemerintah Bertanggung Jawab Mewujudkan Kesejahteraan Guru
service

Salah satu tugas pemerintah ialah memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia. Termasuk memberikan kesejahteraan bagi para guru yang menjadi pilar pendidikan. Pemerintah wajib memperhatikan kesejahteraan guru terutama bagi guru honorer yang mayoritas upahnya masih di bawah UMR dan UMK.

Teks khutbah Jumat berikut berjudul “Khutbah Jumat: Pemerintah Bertanggung Jawab  Mewujudkan Kesejahteraan Guru”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلَّهِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَفَعَ دَرَجَاتِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَالتَّعْلِيمِ، وَجَعَلَ الْعِلْمَ سَبِيلًا لِرِفْعَةِ الْأُمَمِ وَصَلَاحِ الْمُجْتَمَعِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى
يَوْمِ الدِّيْنِ ;

أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًا ۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Segala puji dan syukur hanya milik Allah swt semata. Satu-satunya Tuhan yang layak disembah yang tak henti-hentinya mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Shalawat beserta salam tak lupa semoga tercurahkan bersama kepada baginda kita, Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin.

Khatib juga tak lupa untuk memberikan wasiat dan mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Isu kesejahteraan guru masih menjadi persoalan yang belum teratasi di Indonesia hingga kini. Guru yang memiliki tugas mulia yaitu mencerdaskan penerus bangsa justru tidak memiliki   aturan dan standarisasi yang jelas dalam pemberian upah. Terlebih bagi guru yang statusnya masih honorer. Banyak dari mereka yang digaji di bawah upah minimum rakyat atau daerah setempat.

Mengutip laporan Tempo, Institute for Demographic and Poverty Studies atau IDEAS pada Mei 2024 mencatat bahwa 74 persen guru honorer menerima penghasilan di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota, atau kurang dari Rp2 juta per bulan.

Angka tersebut semestinya tidak hanya kita baca sebagai statistik. Di balik angka itu ada seorang guru yang setiap pagi berangkat mengajar. Ada guru yang berdiri di depan murid-muridnya dengan penuh tanggung jawab. Ada guru yang terus mengajar meskipun kebutuhan hidup keluarganya juga harus dipenuhi.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Dalam Islam, salah satu tugas wajib pemerintah sebagai pelaku kebijakan ialah memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Termasuk mensejahterakan guru sebagai salah satu pilar negara dalam pendidikan. Pemerintah perlu memperhatikan guru sebagai pilar pendidikan yang memiliki tugas mulia yaitu mencerdaskan penerus bangsa.

Dalam kitab Al-Adabus Syar’iyyah wal Minahul Mar’iyyah juz 2 hal 47, Muhammad bin Muflih bahkan menjelaskan bahwa kepentingan pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru dan murid di sekolah lebih penting daripada kepentingan militer.

Hal tersebut dikarenakan pendidikan yang diusahakan oleh guru dapat mencegah murid-murid di sekolah dari kebodohan dan pemahaman radikal yang dapat merusak negara dari dalam.

Syekh Muhammad bin Muflih berkata:

وَوَاجِبٌ عَلَى الْإِمَامِ أَنْ يَتَعَاهَدَ الْمُعَلِّمَ وَالْمُتَعَلِّمَ كَذَلِكَ وَيَرْزُقَهُمَا مِنْ بَيْتِ الْمَالِ لِأَنَّ فِي ذَلِكَ قِوَامًا لِلدِّيْنِ فَهُوَ أَوْلَى مِنَ الْجِهَادِ لِأَنَّهُ رُبَّمَا نَشَأَ الْوَلَدُ عَلَى مَذْهَبٍ فَاسِدٍ فَيَتَعَذَّرُ زَوَالُهُ مِنْ قَلْبِهِ

Artinya: “Wajib bagi pemerintah untuk memberikan perhatian kepada guru dan siswa, begitupula  membiayai mereka dari baitulmal (kas negara). Karena itu dapat menegakkan agama, maka kedudukannya lebih utama dari jihad. Sebab (tanpa pendidikan) mungkin anak-anak tumbuh dengan ajaran yang sesat, sehingga tidak mungkin bisa dihilangkan dari hatinya.”  shamela.ws/book/21582/499

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Lebih lanjut, kewajiban pemerintah mengambil langkah konkret dan konsisten dalam meningkatkan kesejahteraan guru juga didasarkan pada asas keadilan. Pemerintah perlu bersikap adil kepada guru-guru di seluruh daerah dengan meningkatkan upah minimum sesuai Upah Minimum Rakyat (UMR) dan Upah Minimum Kota (UMK) setempat. Terutama bagi guru honorer yang mayoritas memiliki upah rendah di bawah upah minimum.

Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Maidah Ayat 8:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. (Qs. Al-Maidah: 08)

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah prinsip yang sangat luhur. Bahwa keadilan harus ditegakkan bukan karena kita menyukai seseorang, bukan pula karena kita membenci seseorang.

Keadilan harus ditegakkan karena Allah. Dan ketika kita berbicara mengenai keadilan, salah satu bentuknya adalah memastikan bahwa setiap orang memperoleh haknya secara layak.

Termasuk guru. Guru memiliki hak untuk memperoleh penghargaan yang layak atas pekerjaan dan pengabdiannya. Guru memiliki hak untuk hidup secara bermartabat. Dan guru yang telah mengabdikan dirinya untuk mendidik generasi bangsa, tentu patut mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari negara.

Syekh Nawawi Banten dalam tafsir Marah Labid, juz 1, halaman 255, ketika menjelaskan ayat tersebut, mengatakan:

فَقَوْلُهُ تَعَالَى: كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ إِشَارَةٌ إِلَى النَّوْعِ الْأَوَّلِ وَهُوَ حُقُوْقُ اللهِ، وَقَوْلُهُ تَعَالَى: شُهَداءَ بِالْقِسْطِ إِشَارَةٌ إِلَى الثَّانِي وَهُوَ حُقُوْقُ الْخَلْقِ

Artinya: Firman Allah Ta’ala “jadilah penegak kebenaran” merujuk pada memenuhi hak-hak Allah, sedangkan “saksi-saki yang berbuat adil” merujuk pada kewajiban memenuhi hak-hak sesama manusia”. 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Demikian khutbah Jumat kali ini. Semoga pemerintah selaku pelaku kebijakan dapat menjalankan tugasnya dengan baik yaitu mengusahakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Termasuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru yang masih memiliki upah di bawah UMR dan UMK setempat. Amiin ya rabbal ‘alamin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
 

Khutbah II

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

———–
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.