Fri,11 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kisah Semut Geramang dan Udang, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan

Kisah Semut Geramang dan Udang, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan

kisah-semut-geramang-dan-udang,-cerita-rakyat-dari-sulawesi-selatan
Kisah Semut Geramang dan Udang, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan
service

11 September 2026 15.00 WIB • 2 menit

Kisah Semut Geramang dan Udang, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan | Magnific AI


Ada sebuah cerita rakyat dari Sulawesi Selatan yang berkisah tentang semut geramang dan udang. Konon dulunya kedua hewan ini hidup bersama.

Dari kisah ini pula diyakini asal usul bentuk tubuh semut geramang dan udang yang bertahan hingga saat sekarang. Bentuk tubuh ini dipengaruhi oleh aktivitas dan kejadian yang pernah menimpa kedua hewan tersebut dulunya.

Lantas bagaimana kisah dari semut geramang dan udang tersebut? Simak cerita rakyat dari Sulawesi Selatan yang satu ini dalam artikel berikut.

Kisah Semut Geramang dan Udang, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan

Dinukil GNFI dari buku Kumpulan Cerita Legenda dari Tanah Duri, alkisah pada zaman dahulu para hewan hidup layaknya manusia. Mereka pun memiliki pekerjaannya masing-masing layaknya manusia saat ini.

Di sebuah tempat, hiduplah seekor semut geramang dan udang. Mereka tinggal bersama sejak lama.

Semut geramang bekerja sebagai petani. Dia setiap hari mengolah lahan yang ada di sekitar rumah mereka.

Di sisi lain, udang selalu memasak untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Tidak jarang udang juga sering mengirimkan makanan ke ladang untuk makan siang semut.

Jarak antara rumah mereka dengan lahan perkebunan tersebut tidak terlalu jauh. Namun ada sebuah sungai kecil yang memisahkan antara keduanya.

Untuk sampai ke seberang, mereka mesti melompati batu-batu yang ada di sungai tersebut. Jika tidak hati-hati, bisa saja mereka terjatuh ke dalam sungai itu.

Pada suatu hari, semut geramang bersiap untuk pergi ke lahan. Udang pun ikut bersama untuk membantu pekerjaan.

Kali ini pekerjaan yang dilakukan oleh semut geramang cukup banyak. Dia pun mempersiapkan alat-alat banyak yang digunakan untuk pekerjaannya nanti.

Sementara itu, udang memasak sup untuk makan mereka nanti. Semua persiapan dilakukan dengan matang pagi tersebut.

Setelah semua persiapan tersedia, semut geramang dan udang pun pergi ke lahan kebun mereka. Udang pergi di depan sambil mengikat semua alat yang sudah dia persiapan.

Udang pun mengikuti semut geramang dari belakang. Dia menjunjung periuk berisi sup sambil berjalan mengikutinya.

Di tengah perjalanan, udang pun menyusul semut geramang. Dia pun berjalan lebih duluan karena semut geramang sering berhenti untuk beristirahat.

Alat-alat yang dibawa semut geramang cukup banyak. Hal ini membuat dirinya cukup kesusahan untuk membawa beban berat tersebut.

Setelah berjalan cukup jauh, sampailah mereka di sungai yang memisahkan rumah mereka dengan lahan perkebunan. Udang pun mulai mencoba melompati batu yang ada di sungai satu per satu.

Dia melompati batu-batu tersebut sambil menjunjung periuk berisi sup. Namun malang, di tengah sungai udang tidak bisa menjaga keseimbangannya.

Alhasil dia pun terjatuh akibat hal tersebut. Semua sup yang masih panas tumpah mengenai tubuh udang.

Seketika semua badan udang berubah menjadi warna merah. Konon sejak saat itulah tubuh udang pun berubah menjadi merah.

Di sisi lain, semut geramang tetap berusaha pergi ke ladang. Walau pelan, akhirnya dia sampai ke kebunnya.

Semut geramang kemudian melepaskan ikatan untuk membawa alat-alatnya. Karena beban yang dia bawa cukup berat dan dibawa terus menerus, perut semut geramang pun berubah menjadi kecil sekali.

Alhasil sejak saat itu, tubuh semut geramang pun berubah menjadi sangat kecil hingga saat sekarang. Begitulah kisah di balik asal usul bentuk tubuh kedua hewan tersebut, semut geramang yang memiliki perut kecil dan udang dengan badannya yang berwarna merah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.