Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

konsep-ta’aruf-menurut-al-qur’an
Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an
service

Mubadalah.id – Al-Qur’an memuat sejumlah prinsip yang dapat menjadi pedoman bagi suami dan istri dalam menjalani proses adaptasi berkelanjutan demi menjaga kelestarian perkawinan. Salah satu prinsip yang ditekankan adalah konsep ta’aruf sebagaimana tercantum dalam QS. al-Hujurat ayat 13. Ayat ini memerintahkan laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal.

Dalam konteks perkawinan, perintah tersebut dipahami sebagai dorongan agar suami dan istri terus berupaya mengenal satu sama lain secara mendalam.

Proses saling mengenal ini tidak berhenti pada tahap awal pernikahan, tetapi berlangsung secara terus-menerus seiring perubahan peran, kondisi, dan pengalaman hidup masing-masing pasangan.

Ta’aruf dalam ayat tersebut memiliki tujuan yang jelas, yaitu mencapai ketakwaan. Dengan demikian, proses adaptasi dalam relasi suami-istri tidak sekadar bertujuan menjaga keharmonisan hubungan. Tetapi juga pada pencapaian nilai spiritual.

Relasi yang dibangun melalui saling mengenal, memahami, dan menyesuaikan diri dipandang sebagai bagian dari upaya meraih kemuliaan di sisi Allah.

Selain ta’aruf, Al-Qur’an juga menekankan prinsip mu’asyarah bil ma’ruf, yaitu memperlakukan pasangan dengan cara yang baik dan patut. Prinsip ini menuntut suami dan istri untuk membangun relasi yang menghargai martabat pasangan, termasuk dalam menghadapi kekurangan yang masing-masing pasangan miliki.

Dalam relasi perkawinan, suami dan istri dipandang sebagai manusia yang memiliki harga diri dan berhak mendapatkan perlakuan yang terhormat.

Dalam al-Qur’an Surat an-Nisa’ ayat 19 menegaskan perintah untuk memperlakukan istri secara patut. Sekaligus mengingatkan bahwa sesuatu yang tidak pasangan tidak sukai dapat mengandung kebaikan yang besar.

Ayat ini menunjukkan bahwa penerimaan terhadap kekurangan pasangan merupakan bagian penting dari mu’asyarah bil ma’ruf. Bahkan prinsip tersebut menempatkan kesabaran, penghormatan, dan pencarian sisi positif sebagai fondasi adaptasi suami-istri dalam kehidupan perkawinan. []

Sumber tulisan: Adaptasi dalam Perkawinan

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.