Sat,8 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kontes Burung Kicau, Sunyikan Hutan Indonesia

Kontes Burung Kicau, Sunyikan Hutan Indonesia

kontes-burung-kicau,-sunyikan-hutan-indonesia
Kontes Burung Kicau, Sunyikan Hutan Indonesia
service

SUMATRA, Indonesia — Berbekal sebilah parang, getah, serta rekaman kicauan burung di ponselnya, “Peni” melangkah masuk ke hutan. Dia mencari burung kicau di hutan Sumatera, khususnya burung the white-rumped shama (Copsychus malabaricus), dikenal sebagai burung murai batu. Popularitas murai batu melonjak pesat dalam satu dekade terakhir karena kicauannya yang khas dan penampilannya yang memikat. Di Jawa, memelihara burung dalam sangkar bukan sekadar hobi — ini telah mengakar sebagai bagian dari budaya, mencerminkan status sosial dan menjaga koneksi dengan alam. Kompetisi burung yang semakin marak mengubah tradisi ini menjadi industri yang menguntungkan, dengan hadiah seperti mobil hingga uang tunai dalam jumlah besar. Seekor murai batu juara bisa terjual hingga puluhan ribu dolar. Murai batu merupakan spesies yang tersebar luas, dengan jangkauan wilayahnya membentang dari India hingga Papua Nugini. Namun, di Indonesia dan negara-negara lain yang memiliki tradisi memelihara burung dalam sangkar, spesies ini mengalami penurunan yang serius. Para pegiat konservasi menyebut beberapa subspesies di Indonesia telah punah. Sementara banyak hutan di Jawa, pulau terpadat di Indonesia, diyakini hampir tidak memiliki murai batu. Kondisi ini mendorong para pemburu mencari ke wilayah Indonesia lainnya. Hingga 2018, murai batu terdaftar sebagai spesies dilindungi berdasarkan undang-undang di Indonesia. Namun, statusnya dicabut setelah adanya lobi dari asosiasi penangkar, keputusan ini dikritik karena membuat penegakan hukum menjadi sulit pada saat murai batu sudah terancam oleh perburuan liar dan kehilangan habitat. Bagi pemburu liar seperti Peni, menangkap burung murai batu pernah menyelamatkan ekonomi keluarganya saat gagal panen. Hari ini, hutan-hutan menjadi jauh lebih sunyi. Tonton film ini untuk mengeksplorasi bagaimana…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.