Sun,2 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern 

Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern 

kunuzur-rohman-karya-katib-syuriyah-pbnu-gus-awis-menyingkap-pesan-al-qur’an-untuk-kehidupan-modern 
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern 
service

Jombang, NU Online
Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH M Afifuddin Dimyathi (Gus Awis) menyajikan karya kitab terbarunya berjudul Kunuuzur Rohmaan fi Duruusil Qur’an. Kitab dua jilid berbahasa Arab ini disusun mulai bulan April 2024 lalu dan baru rampung pada November 2025.

Gus Awis, kiai muda asal Rejoso, Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini memang dikenal sebagai muallif (pengarang) kitab-kitab berbahasa Arab yang fokus kajiannya adalah Al-Qur’an, baik tafsir maupun ilmu-ilmu Al-Qur’an. Ia cukup produktif dalam menyusun literatur tafsir Al-Qur’an yang dikaji dari berbagai pendekatan ilmu pengetahuan. Menariknya, karyanya itu selalu diterbitkan di Mesir. 

Bila kitab Asy-Syamil fi Balaghatil Qur’an, fokus Gus Awis mengungkap keindahan ayat-ayat Al-Qur’an dengan pendekatan ilmu balaghah, lalu dalam Tafsir Hidayatul Qur’an ia menyajikan makna Al-Qur’an dengan metode penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, maka, berbeda dengan Kunuuzur Rohmaan fi Duruusil Qur’an. Pada kitab ini Gus Awis berusaha menguak aturan, pesan, dan pelajaran dalam Al-Qur’an yang relevan dengan kehidupan sekarang. 

“Kitab ini berfokus pada usaha mengeluarkan pesan, aturan, dan pelajaran dari ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan untuk kehidupan modern dalam rangka pembinaan manusia dan pembangunan peradaban,” katanya kepada NU Online, Selasa (12/5/2026).

Gus Awis menyampaikan bahwa penyusunan kitab ini salah satunya dipicu karena respons dan kritik yang membangun dari sebagian pencinta dan pemerhati studi Al-Qur’an yang kurang puas akan karya sebelumnya, Tafsir Hidayatul Qur’an. Kitab tafsir ini dianggap terlalu tekstual, belum bisa menyentuh realitas sosial atau berbagai problematika kehidupan universal masyarakat kontemporer.

Dari situ kemudian pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Ribath Hidayatul Qur’an, Peterongan, Jombang ini mulai menyelami ragam realitas masyarakat sebagai basis pembacaan kontekstual akan pengkajian terhadap ayat-ayat Al-Qur’an pada kitab Kunuuzur Rohmaan fi Duruusil Qur’an. Sehingga, pada kitab ini, Gus Awis menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjawab ragam permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Ia meyakini bahwa jika fiqih saja mampu menjawab problematika hukum, maka Al-Qur’an akan jauh lebih luas sebagai problem solving, ia mampu menjawab berbagai problematika, seperti ekonomi, sosial, politik dan mental spiritual. “Oleh karenanya, perlu juga mendapat perhatian dari kalangan santri (yang lain) khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Gus Awis juga menyadari tingkat pemahaman masyarakat Muslim terhadap Al-Qur’an tentu beragam. Butuh sentuhan-sentuhan khusus agar mereka tidak pernah jauh dengan Al-Qur’an. Di antaranya penafsiran dan kajian Al-Qur’an yang memudahkan mereka untuk memahami makna setiap ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an.

“Motivasi utama adalah memudahkan para pencinta Al-Qur’an untuk memahami Al-Qur’an dan mengambil manfaat sebesar mungkin dari Al-Qur’an,” ucap Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang ini.

Ia bersyukur dalam proses penyusunan Kitab Kunuuzur Rohmaan fi Duruusil Qur’an selama 20 bulan tak menemui halangan berarti. Ini juga lantaran peran istri tercinta yang begitu besar membantu menggantikannya dalam beberapa tanggung jawab yang lain.

“Istri sangat berperan besar karena beliau membantu menyelesaikan banyak urusan pesantren ketika saya fokus menulis sebuah kitab,” tuturnya.

Sebagian Isi Kitab yang Releven dengan Kehidupan Kekininian
​​​​​​​Gus Awis juga membeberkan sebagian kecil isi kitab Kunuuzur Rohmaan fi Duruusil Qur’an yang dianggap cukup relevan dengan realitas kekinian.

Pertama, buzzer dalam Al-Qur’an Surat Fusshilat ayat 26 yang berbunyi:

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَسْمَعُوْا لِهٰذَا الْقُرْاٰنِ وَالْغَوْا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُوْنَ ۝٢٦

Artinya, “Orang-orang yang kufur berkata, “Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Qur’an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya agar kamu dapat mengalahkan (mereka).”

Dalam ayat ini menurutnya terdapat isyarat terhadap operasi para tentara siber (cyber soldiers) di era kontemporer, di mana mereka adalah kelompok yang terstruktur dan didanai oleh pihak-pihak terorganisir (الذين كفروا) yang bertujuan untuk ​menghalangi sampainya kebenaran (al-Haqq) ke hati manusia (لا تسمعوا لهذا القرآن). Serta menyebarkan jutaan tweet (cuitan) atau komentar berulang untuk menyembunyikan suara kebenaran (والغوا فيه), agar menguasai/memenangkan opini publik (لعلكم تغلبون).

Kedua, pelajaran dari Al-Qur’an di surat An- Naml ayat 18, yang berbunyi:

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ۝١٨

Artinya, “Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.”

Gus Awis menyampaikan tiga pelajaran penting yang terkandung dalam ayat di atas. Pertama, Nabi Sulaiman menghentikan tentaranya ketika mendengar suara Ratu semut. Begitulah seorang pemimpin yang bijak, ia mendengarkan keluhan sayup dari rakyatnya yang lemah, yang tinggal di daerah-daerah terpencil.

Kedua, nasihat dari seekor semut kecil bisa menjadi sebab keselamatan bangsanya, memberi pelajaran bahwa jangan pernah meremehkan nasihat dari orang kecil, karena ia bisa menjadi penentu keselamatan sebuah bangsa.

Selanjutnya, meskipun bahaya sedang mengancam koloni semut, ratu semut tetap memberi udzur kepada tentara Sulaiman bahwa para tentara tidak meyadari keberadaan koloni mereka. Begitulah pemimpin yang berjiwa besar, ia akan selalu mencari pembenaran dan berprasangka baik terhadap orang lain.

Ketiga, pentingnya kekuatan ekonomi dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 60 yang berbunyi:

فَاِنْ لَّمْ تَأْتُوْنِيْ بِهٖ فَلَا كَيْلَ لَكُمْ عِنْدِيْ وَلَا تَقْرَبُوْنِ ۝٦٠

Artinya, “Jika kamu tidak membawanya kepadaku, kamu tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi dariku dan jangan kamu mendekatiku.”

Pelajaran yang bisa diambil dari ayat ini menurut Gus Awis adalah, pertama, kekuatan ekonomi memungkinkan suatu bangsa mencapai tujuan-tujuan besar yang tidak akan tercapai tanpanya. Dengannya, bangsa tersebut memiliki keputusan sendiri dan dapat memaksakan kehendaknya kepada siapa pun yang diinginkannya.

Kedua, boikot ekonomi adalah tindakan yang sah jika ada kepentingan yang melatarinya. Nabi Yusuf pernah menyatakan di hadapan saudara-saudaranya bahwa tidak akan ada dukungan ekonomi di antara mereka kecuali mereka memenuhi permintaannya untuk membawa saudaranya (Benyamin).

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.