Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Lesbumi PBNU Tegaskan Pendirian NKRI Ijtihad Besar Para Ulama

Lesbumi PBNU Tegaskan Pendirian NKRI Ijtihad Besar Para Ulama

lesbumi-pbnu-tegaskan-pendirian-nkri-ijtihad-besar-para-ulama
Lesbumi PBNU Tegaskan Pendirian NKRI Ijtihad Besar Para Ulama
service

Jombang, NU Online

Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama, KH Jadul Maula, menegaskan bahwa berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat dipisahkan dari ijtihad besar para ulama. Hal tersebut ia sampaikan dalam Muktamar Kebudayaan Indonesia Lesbumi NU di Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA), Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, para ulama memiliki kontribusi fundamental dalam proses pendirian bangsa. Baginya, keputusan mendirikan Indonesia bukan sekadar langkah politik, melainkan bagian dari tanggung jawab keagamaan.

“Para ulama itu ikut berpartisipasi besar mendirikan negara. Mereka memiliki ijtihad yang sangat berani. Mendirikan Indonesia adalah bagian dari agama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa atas dasar ijtihad tersebut, membela negara menjadi bagian dari pengabdian yang bernilai tinggi. Bahkan, menurutnya, siapa pun yang gugur dalam mempertahankan negara dapat dikategorikan sebagai syahid.

“Siapa yang mati membela negara adalah syahid. Sebab negara ini didirikan sebagai jalan untuk menjaga kehidupan beragama,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa negara dalam pandangan ulama bukanlah tujuan akhir, melainkan wasilah atau sarana untuk mewujudkan tujuan-tujuan agama. Karena itu, pengorbanan ulama dalam mendirikan Indonesia dilandasi oleh visi besar menjaga kemaslahatan umat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberadaan negara harus terus dikawal agar tidak melenceng dari cita-cita awal yang telah diperjuangkan.

Menurutnya, jika negara yang dahulu diperjuangkan dengan fatwa ulama justru berubah menjadi zalim, maka hal itu menjadi persoalan serius yang perlu dipikirkan bersama.

“Kalau negara yang dipertahankan atas dasar fatwa itu justru menjadi negara yang zalim, maka pertanyaannya, apakah negara ini masih bertahan sesuai cita-citanya?” katanya.

Melalui pandangan tersebut, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali merefleksikan Indonesia antara cita dan realitas, serta memastikan negara tetap berjalan di atas prinsip keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan bersama.

Kontributor: Achmad Subakti

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.