Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas

Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas

lima-kelompok-ini-perlu-jadi-perhatian-nu-dalam-putusan-muktamar-ke-35-di-tambakberas
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
service

Jakarta, NU Online

Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, diharapkan tidak hanya memilih Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU, tetapi juga menghasilkan keputusan yang mampu menjawab problematika NU di abad kedua.

Pendiri Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, memaparkan lima kelompok yang perlu menjadi prioritas NU ke depan, yakni anak muda, masyarakat perkotaan, warga berpendidikan dan profesional, kelas menengah, serta perempuan.

“Ada lima situasi yang saat ini dihadapi warga NU. Pertama, anak muda. Kedua, perkotaan. Itu yang menurut saya harus menjadi address utama program NU dari muktamar ini,” kata Hasanuddin dalam diskusi Menyoal Politik Transaksional di Muktamar NU di kanal YouTube Padasuka TV yang dilihat pada Selasa (18/8/2026).

Ketiga, kelompok berpendidikan dan profesional. Hasanuddin mengatakan banyak warga NU kini memiliki latar belakang pendidikan yang baik, tidak hanya di bidang agama. Mereka juga banyak yang berkiprah sebagai profesional, teknokrat, ahli kecerdasan buatan (AI), hingga ahli robotik.

“Dan itu belum tersentuh oleh NU,” ungkap salah satu Ketua PBNU tersebut.

Keempat, kelompok kelas menengah. Hasanuddin menilai dalam 10 tahun terakhir telah terjadi mobilitas vertikal di kalangan warga NU.

“Di kalangan warga juga demikian, sekarang kelompok kelas menengah sangat luar biasa besar. Bahkan, kita juga harus meng-address itu,” ujarnya.

Kelima, NU perlu hadir di tengah kelompok perempuan. Menurut Hasanuddin, perempuan harus diberikan ruang yang lebih luas dalam NU, tidak hanya melalui satu kanal, tetapi juga dengan akses dan kesempatan yang lebih terbuka.

“Ini menurut saya Muktamar NU di Jombang harus ada. Kelima isu ini ada semua dalam rancangan roadmap 25 tahun NU,” jelas Hasanuddin.

Dibutuhkan Tiga Kriteria Pemimpin NU

Untuk menjawab tantangan tersebut, NU membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki tiga kriteria utama.

Pertama, pemimpin harus memiliki kesadaran dan kegelisahan terhadap kondisi NU dan Indonesia, terutama dalam melihat berbagai perubahan yang terjadi, seperti pertumbuhan anak muda dan semakin berkembangnya masyarakat perkotaan.

“Siapa pun nanti ketua umumnya harus punya kesadaran ini bahwa NU di abad kedua tidak sama dengan NU abad pertama. Lanskapnya sangat berbeda,” tuturnya.

Kedua, pemimpin NU harus memiliki visi, ide, dan gagasan untuk menjawab berbagai perubahan yang terjadi serta menghadirkan gagasan yang relevan dengan tantangan organisasi ke depan.

“Saya tidak mengatakan tradisi tidak penting, tradisi tetap penting, tapi jauh lebih penting dia memiliki gagasan menjawab perubahan yang dihadapi NU ke depan,” katanya.

Ketiga, pemimpin harus mampu mengorkestrasi seluruh sumber daya yang dimiliki NU, baik sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), maupun berbagai potensi lainnya.

“Kita tentu berharap muktamar akan menghasilkan keputusan yang relevan dengan kondisi yang dihadapi warga NU hari ini,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.