Gambar cap tangan di dinding gua era prasejarah di Sulawesi itu, seperti hendak mengatakan sesuatu kepada manusia di zaman ini. Saat menyapa, manusia modern akan mengangkat tangan sambil memperlihatkan telapaknya menghadap ke muka. Manusia prasejarah meletakkan tangannya di dinding gua dan mengabadikannya dalam bentuk lukisan. Pesan apa sesungguhnya yang ingin disampaikan manusia prasejarah dari Sulawesi? Riset yang dikerjakan peneliti Indonesia dan Australia atas gambar itu, justru menemukan fakta baru. Terlihat kusam, mirip goresan yang menempel di tembok lembap, dan cat yang mengelupas, gambar cap tangan itu ditengarai sebagai yang tertua di dunia. “Motif ini sebagian tertutup speleothem coralloid kuno. Cap ini dalam kondisi pengawetan yang buruk, hanya terdiri bercak pigmen pudar sepanjang 14 × 10 cm yang memuat sebagian jari dan area telapak tangan berdekatan,” tulis Adhi Agus Oktaviana, penulis pertama laporan penelitian yang dimuat di jurnal Nature, edisi 21 Januari 2026, berjudul “Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi.” Adhi adalah peneliti BRIN yang memiliki kepakaran dalam seni gua. Uniknya, gambar ini hanya ditemukan di Sulawesi. Gambar jari-jari yang ujungnya dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai cakar hewan. Manusia prasejarah membuat lukisan dengan teknik sederhana, namun kreatif. Setelah telapak tangan ditempelkan ke dinding gua, langkah selanjutnya adalah menyemprotkan warna di sekeliling tangan. Warna ini bisa berasal dari tanah, arang, atau mineral lain. Caranya, disemprotkan menggunakan mulut atau pipa terbuat dari bambu atau tulang. “Mengubah gambar tangan manusia dengan cara ini mungkin memiliki makna simbolis, barangkali terkait dengan pemahaman masyarakat kuno tentang hubungan manusia dan hewan,” tulis Maxime…This article was originally published on Mongabay
Lukisan 67 Ribu Tahun Silam di Sulawesi jadi Karya Seni Tertua Homo Sapiens
Lukisan 67 Ribu Tahun Silam di Sulawesi jadi Karya Seni Tertua Homo Sapiens





Comments are closed.