Sun,23 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mempertanyakan Keseriusan Pemerintah Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Mempertanyakan Keseriusan Pemerintah Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

mempertanyakan-keseriusan-pemerintah-antisipasi-kebakaran-hutan-dan-lahan
Mempertanyakan Keseriusan Pemerintah Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
service

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin menggila terutama di berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan Barat,  Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, maupun Sumatera Selatan. Badan Nasioan Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan, penanganan karhutla menjadi prioritas pemerintah saat ini, termasuk di Kalimantan yang merupakan zona terparah. BNPB menyebut, hingga Jumat (21/8/26), karhutla di Kalimantan terdeteksi terjadi di sembilan wilayah, yakni,  Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan dengan total area terbakar capai 595 hektar. Wilayah dengan estimasi luasan terbesar berada di Kabupaten Banjar sekitar 174 hektar, Kabupaten Tanah Laut 107 hektar, Kabupaten Barito Kuala 96 hektar, dan Kabupaten Tapin 85 hektar. Selain darat, BNPB siagakan armada udara di Lanud Sjamsudin Noor berupa dua unit patroli udara dan tiga  helikopter water bombing. Operasi water-bombing menggunakan tiga helikopter jenis AS 322C1 Super Puma, M18-AMT dan Sikorsky Black Hawk dengan lebih dari 1,5 juta liter air. Kobaran api muncul di tengah hamparan lahan kosong di kawasan Awang Peramuan, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Rabu (22/7/26). Foto: Riyad Dafhi Rizki/Mongabay Indonesia.   Tak serius? Sejumlah kalangan menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatera, hingga Papua tak sekadar soal cuaca tetapi cerminan atas buruknya tata kelola sumber daya alam (SDA). Ironisnya, kendati sudah menjadi bencana tahunan, pemerintah terkesan tak serius melakukan antisipasi. Hasil pantauan Greenpeace 11–16 Agustus, jumlah titik sumber asap di Kalimantan meluas, dengan 592 titik, 455 di antaranya berada di lanskap gambut. Sebanyak 322 titik terdeteksi di Kalimantan Barat…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.