Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Madani Fest 2025 Resmi Digelar Bertema Genosida Israel atas Palestina, Ini Info Lengkapnya

Madani Fest 2025 Resmi Digelar Bertema Genosida Israel atas Palestina, Ini Info Lengkapnya

madani-fest-2025-resmi-digelar-bertema-genosida-israel-atas-palestina,-ini-info-lengkapnya
Madani Fest 2025 Resmi Digelar Bertema Genosida Israel atas Palestina, Ini Info Lengkapnya
service

JAKARTA, ISLAMI.CO – Madani International Film Festival, dengan bangga mengumumkan program 2025. Edisi ke-8 dari festival ini, Madani Fest 2025, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya mengangkat berbagai karya dan isu yang berkembang di dunia Muslim.

Sebagai program dari Citra Kawasan Pusat Kesenian Jakarta TIM, Madani Fest 2025 hadir secara khusus menjadi bagian dari Jakarta 500 tahun.

Selaras dengan empat matra Madani Fest tentang Islam yang hidup (Living Islam), kewargaan (Civic), Adab (Civilization) dan Kota (City), dan atas dukungan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Madani Fest tahun ini mencanangkan program Jakarta Banget yang pekat bernafaskan Jakarta dan budaya kota. Madani Fest 2025 juga memberikan ruang bagi puluhan komunitas kota memaparkan gagasan dan concern mereka dalam forum-forum diskusi dan kelas pakar selama festival.

Madani Fest 2025 berlangsung dari 8 – 12 Oktober 2025, memilih tema Misykat (Ceruk Cahaya), sebagai respons terhadap “awan gelap” tragedi kemanusiaan baik yang terjadi di tanah air — konflik politik, anarki, dan tindak kekerasan aparat untuk sekadar menyebut beberapa contoh — juga isu utama internasional saat ini: genosida Israel atas rakyat Palestina, yang berusia 2 tahun tepat pada hari ini, namun tak kunjung mendapatkan penyelesaian.

Sutradara Garin Nugroho melalui pesan video mengungkapkan, tema Misykat mengajak kita memusatkan pandangan, sebagaimana sebuah senter penerang, pada kehidupan yang lebih baik. “Sudah selayaknya kita memberi terang pada kehidupan dengan film-film yang dipilih dalam festival ini,” ujar Garin.

Garin yang juga anggota Board Madani, tahun ini karya-karyanya juga menjadi fokus Retrospeksi Madani Fest 2025. Dikurasi oleh pengamat budaya pop dan kritikus film Hikmat Darmawan, film-film Garin antara lain Mata Tertutup, Serambi, Rindu Kami Padamu, Tepuk Tangan, dan yang terbaru, Nyanyi Sunyi Dalam Rantang, akan diputar dalam festival kali ini.

Menurut Direktur Festival Ahmad Rifki, 95 film dari sekitar 24 negara akan disajikan selama lima hari festival yang bertempat di Taman Ismail Marzuki, Studio Epicentrum XXI, Metropole XXI, dan juga Universitas Bina Nusantara BINUS.

Di antara film-film yang ditayangkan, terdapat 15 film finalis Madani Shorts Film Competition, dipilih di antara 1711 film yang diajukan para sineas dari berbagai negara. Selama festival, 15 film finalis akan diputar dan dinilai oleh tiga juri internasional, yaitu Philip Cheah (Singapura), Sajid Farda (Inggris), dan Natalie Stuart (Australia), untuk ditentukan 4 pemenangnya.

Madani Fest 2025 secara khusus mengangkat Dataran Sahel (Sahel Plateau) sebagai Focus Country tahun ini. Kurator program ini, Bunga Siagian dan Yuki Aditya, menyoroti gejolak dekolonisasi di sana, selain juga karena Sahel yang termasuk di dalamnya Timbuktu, merupakan di mana peradaban Islam juga berakar. Lima film yang diputar dalam program Sahel ini merupakan karya-karya para sineas Burkina Faso, Senegal, Mali, dan Nigeria.

Selain pemutaran film, kelas pakar dan diskusi, Madani Fest juga menggelar 15 pertunjukan menampilkan antara lain musisi Panji Sakti, Almamosca, pendakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar, dan komedian negeri jiran Malaysia, Rizal van Geyzel.

Inayah Wahid yang juga anggota board Madani menyatakan, Madani Fest berharap bisa menjadi salah satu ruang budaya yang dapat menginspirasi suatu transformasi – kalaupun revolusi terlalu besar – kebudayaan.

Menurutnya kondisi saat ini memerlukan perubahan kebudayaan yang masif. Gerakan kebudayaan seharusnya membawa nilai-nilai keagungan manusia, dan Madani Fest harus menjadi bagian dari gerakan itu.

Meski menghadirkan karya-karya dari dunia Muslim, Madani Fest juga diharapkan menjadi ruang aman bagi inklusi berbagai kalangan yang beragam, untuk dapat menjadi diri mereka sendiri. Madani Fest juga cahaya kecil yang dapat bersatu dengan cahaya-cahaya lain hingga menjadi cahaya yang lebih besar. Dan akhirnya, Madani Fest dapat menjadi ruang penuh oksigen mengatasi kesesakan yang barangkali sedang dirasakan banyak orang, ruang penyembuhan bagi luka-luka yang barangkali belum tersembuhkan.

Ketua Board Madani Putut Widjanarko secara khusus menyoroti perluasan program Madani Fest yang memang bukan lagi sekadar festival film tahunan. Madani Fest telah berkembang sebagai gerakan kultural yang menjadikan sinema sebagai jangkar dialog dan perjumpaan.

Ketua Yayasan Madani Ekky Imanjaya mengelompokkan kegiatan Madani Fest ke dalam dua payung besar, yang pertama pemutaran film, dan yang kedua adalah program-program IDEAS. Yang terakhir ini diharapkan menjadi persemaian gagasan dan aktivasi yang mengukuhkan dimensi kewargaan, kekotaan, dan peradaban

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.