Mubadalah.id – Sebagian ibu hamil tidak memiliki ciri-ciri ibu hamil berisiko tinggi, namun masih mungkin mengalami proses kelahiran yang sulit dan membahayakan. Sebaiknya kelahiran dilangsungkan di lingkungan medis, yakni puskesmas atau rumah sakit.
Pertama, bila menjelang persalinan bayi sungsang atau berada pada posisi yang salah. Risiko kematian ibu maupun bayi ada di sini.
Kedua, bila bayi kembar. Sering kali, bila bayi yang dikandung kembar, ada yang posisinya sungsang, dengan demikian dihadang risiko yang sudah disebutkan tadi. Selain itu, sang ibu juga mungkin akan mengalami perdarahan berlebihan.
Tanda-tanda Bahaya Selama Kehamilan
Sebagai tambahan selain problema yang telah ada dalam daftar di atas, ada tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai. Bila Anda mengalaminya, segera hubungi pekerja kesehatan terdekat.
– Rasa sangat lelah atau sangat lemah
– Demam
– Sakit di bagian perut
– Lengan dan wajah membengkak
– Perdarahan dari vagina
– Sakit kepala yang parah, atau mata berkunang-kunang dan penglihatan kabur
Bila Anda Merasa Sangat Lelah atau Sangat Lemah
Rasa lelah dan lemah ini bisa jadi akibat anemia. Bila Anda menderita anemia, mungkin Anda akan mengalami perdarahan berlebihan sesudah melahirkan.
Cara mengatasinya:
Pertama, makan makanan yang kaya zat besi: daging sapi, ikan, daging ayam, telur, kacang-kacangan, sayur-mayur berdaun hijau.
Kedua, minum tablet penambah zat besi, dengan dosis 325 miligram, 2 kali sehari, ditambah 1 miligram asam folik satu kali sehari, secara rutin sampai bayi lahir. Tubuh Anda akan menyerap zat besi secara lebih baik bila Anda makan buah-buahan seperti jeruk, mangga, atau pepaya bersama dengan tablet itu. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 97-98.





Comments are closed.