Sat,25 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Maftuchan: PBNU Perlu Antisipasi Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

Maftuchan: PBNU Perlu Antisipasi Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

maftuchan:-pbnu-perlu-antisipasi-politik-uang-di-muktamar-ke-35-nu
Maftuchan: PBNU Perlu Antisipasi Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU
service

Jakarta, NU Online

Peneliti dan pengamat kebijakan publik Ah Maftuchan mengingatkan pentingnya mengantisipasi praktik politik uang menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak awal agar proses pemilihan kepemimpinan organisasi berlangsung bersih, adil, dan berintegritas.

Maftuchan menilai salah satu langkah yang dapat ditempuh ialah memastikan seluruh kebutuhan peserta muktamar dipenuhi oleh panitia atau Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dengan demikian, peserta tidak bergantung pada pembiayaan dari pihak tertentu yang berpotensi memengaruhi pilihan mereka dalam proses pemilihan.

“Terkait dengan potensi politik uang di dalam muktamar, ini sesuatu yang harus kita cegah sejak awal,” kata Maftuchan kepada NU Online, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, panitia perlu memberikan kepastian bahwa seluruh kebutuhan pelaksanaan muktamar ditanggung oleh PBNU, mulai dari biaya transportasi peserta menuju lokasi dan kembali ke daerah asal, akomodasi, konsumsi, hingga, jika memungkinkan, uang saku selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan teknis peserta bukan sekadar persoalan fasilitas, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menutup ruang terjadinya politik uang. Ia menilai praktik tersebut kerap muncul karena peserta membutuhkan dukungan pembiayaan dari pihak lain.

Selain aspek teknis, Maftuchan menilai pendekatan moral juga diperlukan. Ia mendorong PBNU, Rais Aam, jajaran Tanfidziyah, serta para kiai sepuh menyampaikan seruan kepada seluruh calon Ketua Umum PBNU maupun peserta muktamar agar tidak memberi ataupun menerima praktik politik uang selama proses pemilihan.

“PBNU, Rais Aam, Tanfidziyah, dan kiai-kiai sepuh perlu memberikan semacam seruan moral kepada seluruh kandidat ketua umum dan kepada seluruh peserta muktamar yang mempunyai hak pilih dan mempunyai hak untuk dipilih agar meninggalkan praktik politik uang di dalam mencari dukungan atau suara,” ujarnya.

Menurut Maftuchan, kombinasi antara dukungan teknis dari panitia dan komitmen moral para pemimpin NU akan menjadi langkah efektif untuk menjaga integritas Muktamar Ke-35 NU.

Ia berharap kedua langkah tersebut dapat mempersempit ruang terjadinya politik uang sekaligus memperkuat kepercayaan warga Nahdliyin terhadap proses demokrasi di lingkungan organisasi.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.