Sat,25 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Tuding Jurnalis sebagai Londo Ireng, AJI Desak Presiden Prabawo Minta Maaf

Tuding Jurnalis sebagai Londo Ireng, AJI Desak Presiden Prabawo Minta Maaf

tuding-jurnalis-sebagai-londo-ireng,-aji-desak-presiden-prabawo-minta-maaf
Tuding Jurnalis sebagai Londo Ireng, AJI Desak Presiden Prabawo Minta Maaf
service

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nany Afrida, mendesak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyebut istilah londo ireng dan dikaitkan dengan jurnalis. Menurutnya, pernyataan tersebut berpotensi merendahkan profesi jurnalis dan mendelegitimasi kerja jurnalistik.

“Kami minta Prabowo minta maaf. Yang dilakukan Prabowo itu mengecilkan dan mendelegitimasi tugas jurnalis,” kata Nany kepada NU Online, Jumat (24/7/2026).

Nany menilai, sebagai kepala negara, Presiden semestinya merespons kritik publik dengan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program-program pemerintah yang dinilai bermasalah.

“Apa yang dilakukan Prabowo setali tiga uang dengan Hotman Paris kemarin. Menghina dan merendahkan. Harusnya beliau melakukan perbaikan program kerja, bukan malah kill the messenger,” ujarnya.

Menurut Nany, kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Karena itu, kritik terhadap kebijakan pemerintah seharusnya dipandang sebagai mekanisme pengawasan publik, bukan sebagai ancaman.

“Ini sudah beberapa kali Prabowo menunjukkan permusuhan pada jurnalis yang dianggap menunjukkan kegagalan program-programnya,” katanya.

Ia juga meminta Presiden Prabowo memahami peran jurnalis dalam negara demokrasi. Menurutnya, jurnalis bekerja untuk memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi, termasuk melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

“Selain itu, perlakuan buruk Presiden terhadap jurnalis juga akan menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia sebenarnya bukan negara demokrasi, melainkan negara yang represif terhadap media,” tegasnya.

Pernyataan Presiden

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut masih ada pihak yang diibaratkannya sebagai londo ireng, yakni mereka yang menurutnya lebih mengutamakan kepentingan bangsa lain dibandingkan kepentingan nasional. Dalam pernyataannya, Presiden menyebut wartawan, jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (23/7/2026).

“Itu yang dulu kita sebut londo ireng. Yang ikut Belanda perang melawan kita, londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphone-mu siapa?” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik. “Kita negara demokratis, kita tidak anti-kritik, tapi kita bukan anak kecil,” ujarnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.