Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Main di Millwall, Elkan Baggott Siap-Siap Jadi Saksi Hidup Rivalitas yang Pernah Muncul di Film

Main di Millwall, Elkan Baggott Siap-Siap Jadi Saksi Hidup Rivalitas yang Pernah Muncul di Film

main-di-millwall,-elkan-baggott-siap-siap-jadi-saksi-hidup-rivalitas-yang-pernah-muncul-di-film
Main di Millwall, Elkan Baggott Siap-Siap Jadi Saksi Hidup Rivalitas yang Pernah Muncul di Film
service

30 Juli 2026 15.47 WIB • 2 menit

Pemain Milwall asal Indonesia, Elkan Baggott./Milwall


Klub baru Elkan Baggott pernah muncul di film layar lebar. Adakah Kawan yang pernah menontonnya?

Film yang dimaksud adalah Green Street Hooligans. Dalam film tersebut, setidaknya ada dua klub Liga Inggris yang mendapat panggung utama untuk tampil, yakni Millwall dan West Ham United.

Elkan Baggott yang merupakan bek Timnas Indonesia baru saja bergabung dengan Millwall menjelang dimulainya musim 2026-2027. Pemain berusia 23 tahun itu jadi rekrutan kelima Millwall untuk menyambut musim baru.

Adapun Green Street Hooligans yang dimaksud adalah film bertema suporter sepak bola yang dirilis tahun 2005. Dalam film tersebut banyak tersaji kisah persaingan antara kelompok pendukung Millwall dengan West Ham United.

Suporter Millwall digambarkan sebagai musuh bebuyutan utama dari Green Street Elite (GSE), yang merupakan kelompok suporter West Ham United. Cerita bermula saat seorang mahasiswa Harvard University, Matt Buckner, dikeluarkan dari kampus setelah ditemukan narkoba di kamarnya. Narkoba tersebut sebetulnya adalah milik rekan sekamarnya, Jeremy van Holden.

Dikeluarkan secara tidak adil, Matt kemudian pergi ke London untuk mengunjungi kakak perempuannya. Di sana, Matt bertemu dengan adik ipar kakaknya, Pete Dunham, yang mengenalkannya ke dunia bawah tanah suporter fanatik West Ham United yang dikenal sebagai GSE.

Matt yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang sepak bola, perlahan terseret ke dalam lingkaran pergaulan kelompok suporter. Bahkan, ia terlibat tawuran antarsuporter dan kekerasan jalanan. Nah, Millwall adalah klub yang suporternya menjadi musuh bagi Matt dan rekan-rekannya.

Rivalitas antara Millwall dengan West Ham United sebetulnya tak cuma ada di film. Di dunia nyata pun demikian adanya. Duel antara kedua tim dikenal dengan sebutan Dockers Derby yang kerap berlangsung panas.

Panasnya persaingan Millwall dengan West Ham United bahkan sudah berlangsung selama seratus tahun. Semua bermula pada tahun 1926 saat ada aksi mogok kerja massal para buruh di London. Saat itu, buruh yang mendukung Millwall tetap bekerja dan tidak ingin ikut mogok, sementara buruh pendukung West Ham bersikeras mogok kerja. Dari sana, pendukung Millwall kemudian dibenci oleh pendukung West Ham United karena dianggap pengkhianat kaum buruh.

Pada musim 2026-2027 ini, Elkan dipastikan bakal merasakan panasnya laga Millwall melawan West Ham United. Ini dikarenakan klubnya bermain satu divisi dengan West Ham United yang terdegradasi dari Premier League pada musim sebelumnya.

Kedatangan Elkan pun disambut gembira oleh manajemen Millwall. Direktur Sepak Bola Millwall, Steve Gallen, bahkan mengaku pihaknya memang sudah memantau sang pemain.

“Dia adalah pemain yang sudah kami pantau beberapa waktu ini, dan kami juga sangat mengikuti perkembangannya, baik itu di Ipswich Town serta saat masa peminjamannya di klub lain di mana dia mendapat pengalaman berharga melawan pemain yang lebih senior dan kuat,” ujar Gallen.

Bukan tanpa alasan pula Millwall memilih Elkan untuk didatangkan. Menurut Gallen, pemain berusia 23 tahun yang telah mengoleksi 27 penampilan bersama Timnas Indonesia itu punya kecocokan dengan kebutuhan timnya di lini pertahanan.

“Elkan datang untuk memperkuat opsi pertahanan di area yang sudah jadi kekuatan besar kami pada musim terakhir dan kami yakin dia akan bikin skuad jadi lebih kompetitif dan berkualitas,” lanjutnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.