Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Main Tikun, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat yang Menggunakan Benda Bulat

Main Tikun, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat yang Menggunakan Benda Bulat

main-tikun,-permainan-tradisional-dari-sumatera-barat-yang-menggunakan-benda-bulat
Main Tikun, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat yang Menggunakan Benda Bulat
service

31 Januari 2026 07.00 WIB • 2 menit

Main Tikun, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat yang Menggunakan Benda Bulat


Main tikun merupakan salah satu permainan tradisional yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Sama seperti permainan tradisional pada umumnya, main tikun menjadi salah satu sarana hiburan bagi anak-anak untuk mengisi waktu luang dulunya.

Selain menjadi sarana hiburan, permainan tradisional seperti main tikun juga bisa menjadi tempat bagi anak-anak untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Apalagi main tikun merupakan permainan yang mesti dimainkan secara berkelompok, sehingga membutuhkan beberapa anak untuk memainkannya.

Bagaimana ulasan lengkap seputar permainan tradisional dari Sumatera Barat tersebut? Simak ulasan seputar permainan main tikun dalam artikel berikut ini.

Mengenal Main Tikun, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, main tikun merupakan salah satu permainan tradisional yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Dikutip dari buku Permainan Rakyat Daerah Sumatera Barat, permainan ini dulunya diyakini berasal dari daerah Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Penamaan nama permainan ini merujuk pada alat yang digunakan dalam proses bermainnya. Kata “Tikun” bisa bermakna sebagai sebuah benda yang bulat dan keras.

Contoh dari tikun yang sering digunakan dalam permainan ini di antaranya batu, biji-bijian, dan sejenisnya. Pemilihan ini digunakan agar tikun tersebut bisa bergelinding ketika bermain dulunya.

Biasanya permainan ini banyak dimainkan pada pagi atau sore hari di sela waktu luang yang dimiliki oleh anak-anak. Tidak ada batasan khusus dari kriteria pemain yang bisa ikut bermain dalam permainan ini.

Jadi anak laki-laki maupun perempuan bisa bermain bersama dalam permainan main tikun tersebut.

Aturan dan Persiapan Bermain

Main tikun merupakan salah satu permainan tradisional yang mesti dimainkan secara berkelompok. Oleh sebab itu, dibutuhkan minimal dua orang anak agar permainan ini bisa dimainkan.

Untuk alatnya sendiri, para pemain bisa mempersiapkan batu atau biji-bijian yang nantinya disebut sebagai “Anak”. Selain itu, para pemain juga bisa memilih satu batu pipih sebesar telapak tangan yang nantinya digunakan sebagai “Gundu”.

Arena permainan untuk main tikun adalah lapangan atau tempat yang cukup luas. Misalnya, permainan ini bisa dimainkan di pekarangan rumah atau lapangan terbuka.

Nantinya di sisi lapangan akan dibuat sebuah lubang. Setelah itu, ada dua garis yang berjarak 3 meter dan 20 meter dari lubang tersebut yang berguna sebagai tempat awal melempar nantinya.

Cara Bermain

Jika semua persiapan sudah dimulai, maka permainan main tikun bisa dimulai. Pada awalnya, setiap pemain bisa memegang gundu mereka masing-masing dan berdiri di garis yang berjarak 20 meter dari lubang.

Setelah itu, setiap pemain akan melempar gundu mereka sedekat mungkin dengan lubang tersebut. Pemain yang paling jauh dari lubang nantinya akan menjadi pihak yang jadi dalam permainan ini.

Langkah selanjutnya, anak dari setiap pemain akan diletakkan di antara lubang. Nantinya pemain jadi akan bertugas untuk melemparkan gundunya agar bisa memasukkan anak ke dalam lubang.

Pemain jadi bisa mulai melempar dari garis yang berjarak 3 meter. Pemain jadi mesti bisa memasukkan anak tersebut ke dalam lubang secepat mungkin.

Sebab jika gagal, maka pemain lain nantinya akan diperbolehkan melempar gundu untuk menjauhkan anak-anak tersebut dari lubang. Makin lama pemain jadi menjalankan tugasnya, maka akan makin sulit juga posisi dari semua anak agar dapat dimasukkan ke dalam lubang.

Nantinya permainan akan berakhir ketika semua anak sudah masuk di lubang dan proses bermain bisa dimulai dari awal kembali.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.