Mon,20 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mario Andramartik dan Jejak Peradaban Megalitikum Pasemah

Mario Andramartik dan Jejak Peradaban Megalitikum Pasemah

mario-andramartik-dan-jejak-peradaban-megalitikum-pasemah
Mario Andramartik dan Jejak Peradaban Megalitikum Pasemah
service

Wilayah Pasemah, Sumatera Selatan, memiliki jejak peradaban megalitikum, yang tersebar di lanskap seluas 8.000 hektar. Membentang dari Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam hingga Kabupaten Empat Lawang. Peradaban megalitikum ini berkembang sejak periode 2.500 hingga 1.500 tahun Sebelum Masehi. Mario Andramartik, lelaki kelahiran Lahat pada 31 Juli 1970, terpesona dengan peninggalan mahakarya tersebut. Lelaki yang memiliki nama kelahiran Maryoto, yang lama bekerja di kapal pesiar Holland America Line, sejak tahun 2009 memutuskan untuk mempelajari dan menggali peradaban megalitikum Pasemah. Dia mengunjungi berbagai situs dan belajar banyak dengan para arkeolog yang melakukan penelitian megalitikum Pasemah. Di antaranya (alm) Nurhadi Rangkuti, Budi Wiyana, Siswanto, Wilston Douglas Mambo, Ramli, Iskandar, (alm) Kristantina Indriastuti, Sigit Eko Prasetyo, Muhammad Ruly Fauzi, Mubarak Andi Pampang, Wahyu Rizky Andhifani, dan lainnya. Berbagai buku dia baca, seperti “Megalithic Remains in South Sumatra” karya van der Hoop yang dicetak tahun 1932, “Arca-Arca Megalitik Pasemah Sumatra Selatan” karya Rr. Triwurjani, “Megalitik Pasemah Warisan Budaya Penanda Zaman” yang ditulis Rr. Triwurjani, Nurhadi Rangkuti, Nasruddin, Annissa M Gultom, Rumaejani Setyorini dan Riri Fahlen, “The History of Sumatra” karya Willian Marsden, serta Jurnal Arkeologi Siddhayatra dan hasil penelitian arkeologi Balai Arkeologi Sumatera Selatan – Balai Arkeologi Sumatera Selatan yang diintegrasikan ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). “Selain mengunjungi setiap situs megalitik Pasemah, saya juga mengunjungi situs megalitik di Lampung (Batu Berak, Batu Bedil, Pugung Raharjo), Gunung Padang (Cianjur), Lebak  (Banten), Cipari  (Kuningan, Jabar), Batu Kenong (Bondowoso) hingga Easter Island Chile,” terangnya, saat mendampingi tim Mongabay Indonesia mengunjungi beberapa situs megalitikum Pasemah di Kabupaten…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.