Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mau Buat Mie, Donat, atau Pizza? Tepungnya Tersedia di Hutan Mangrove

Mau Buat Mie, Donat, atau Pizza? Tepungnya Tersedia di Hutan Mangrove

mau-buat-mie,-donat,-atau-pizza?-tepungnya-tersedia-di-hutan-mangrove
Mau Buat Mie, Donat, atau Pizza? Tepungnya Tersedia di Hutan Mangrove
service

Bagi banyak orang, hutan mangrove identik dengan benteng alami penahan abrasi atau tempat hidup beragam satwa pesisir. Padahal, bagi banyak masyarakat pesisir Indonesia, mangrove juga merupakan dapur alami. Di dalam ekosistem inilah ikan, kepiting, kerang, hingga buah-buahan tumbuh dan menjadi sumber pangan yang menopang kehidupan sehari-hari. Kekayaan itu masih dapat dijumpai di Kampung Friwen, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Bagi masyarakat setempat, mangrove bukan sekadar hutan yang harus dijaga, tetapi lumbung pangan yang menyediakan beragam bahan makanan. Saat air surut, warga mencari bia atau kerang di sela-sela akar mangrove. Kepiting bakau juga menjadi hasil tangkapan bernilai ekonomi tinggi, sementara berbagai jenis ikan memanfaatkan kawasan ini sebagai tempat memijah, mencari makan, dan membesarkan anak sebelum berpindah ke laut lepas. Tak heran, kondisi mangrove yang sehat berbanding lurus dengan melimpahnya hasil tangkapan nelayan. Namun, ada satu sumber pangan mangrove yang mungkin belum banyak dikenal: buah mangrove. Di Friwen, masyarakat mengenalnya sebagai buah aibon, yang berasal dari kelompok mangrove Bruguiera. Dahulu, buah ini menjadi salah satu bahan pangan penting masyarakat pesisir Raja Ampat. Para tetua di kampung ini, mengisahkan bahwa tepung dari buah aibon kerap dibawa sebagai bekal perjalanan karena dapat disimpan dalam waktu lama. Seiring perubahan pola konsumsi dan masuknya bahan pangan dari luar, tradisi tersebut perlahan menghilang, hingga hanya sedikit orang yang masih menguasai cara mengolahnya. Mengolah buah mangrove memang membutuhkan kesabaran. Buah aibon tidak bisa langsung dimakan karena mengandung tanin yang membuat rasanya pahit. Setelah dipanen, kulit buah dikupas, lalu direbus untuk mengurangi kandungan tanin. Selanjutnya buah ditumbuk hingga menjadi…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.