Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Upaya Para Perempuan Wujudkan Kedaulatan Pangan di Pulau Kelapa

Upaya Para Perempuan Wujudkan Kedaulatan Pangan di Pulau Kelapa

upaya-para-perempuan-wujudkan-kedaulatan-pangan-di-pulau-kelapa
Upaya Para Perempuan Wujudkan Kedaulatan Pangan di Pulau Kelapa
service

Sejak 2019, Julian Puput Lendri tinggal di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Jakarta. Tiap hari, sayur dan bahan dapur menjadi barang rebutan. Saat kapal sayur datang, banyak orang berkerumun. Pengalaman ini tak pernah terjadi saat dia tinggal di Jakarta. Tiap tengah hari atau sekitar pukul 2 siang, para perempuan mulai berkumpul di sekitar Dermaga Pulau Kelapa. Semula, mereka membuat antrean, tetapi itu menjadi kacau saat kapal sayur mulai merapat. Ibu-ibu saling berebutan kebutuhan untuk mengisi meja makan hari ini. Suasananya sangat riuh. “Di sini kalau sayur berebut. Kita sampai ke tukang sayur, semuanya habis. Mending kalau segar, nggak segar pula kita dapetnya, tapi cepat habis,” kata Julian sambil tertawa, Selasa (10/6/25). Semua kebutuhan sayur, warga Pulau Kelapa masih bergantung pada Jakarta. Kapal sayur setidaknya menempuh waktu lebih dari dua jam untuk sampai tepian dermaga. Jika cuaca tak bersahabat, kapal tak akan merapat. “Itu (sayur) kadang (di kapal) ya keinjek-injek, kena panas hawa mesin. Sampai sini, ya layu,” ujarnya. Julian tak ada pilihan, dia tetap memburunya. “Kalau disini tetap, walaupun kuning, berebut,” katanya. Akibat biaya transportasi yang tinggi, harga sayuran pun meningkat dua kali lipat, misal, kangkung seharga Rp2.000-2.500 per ikat menjadi Rp5.000-Rp7.500. Rak hidroponik berisi berbagai jenis sayuran daun di kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Daun di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu. Foto: Dokumentasi pulauseribu.jakarta.go.id Keresahan Julian juga warga Pulau Kelapa rasakan. Hingga akhirnya, sejak 2018, para perempuan membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Daun dengan binaan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kepulauan Seribu. Mereka mengajukan inisiatif untuk…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.