Polusi udara di Jakarta dan sekitar sudah jadi keseharian. Tanggerang Selatan, Banten, salah satu titik episentrum polusi. Masyarakat perlu menyadari dan melakukan aksi atau ubah perilaku untuk meminimalisir risiko kesehatan fisik dan mental serta mengurang kondisi jadi lebih buruk. Wisya Aulia Prayudi, Urban & Environmental Health Lead CISDI mengatakan, Tangerang Selatan, salah satu kota paling berpolusi di Indonesia. Rata-rata dari kualitas udara mulai dari tidak sehat sampai ke buruk. Aktivitas manusia sangat mempengaruhi kualitas udara. “Makin banyak mobilitas menggunakan kendaraan bermotor maka makin besar emisi gas buang hingga tingkat polusi udara cenderung meningkat,” katanya, dalam diskusi “Napas di Kota Satelit: Hidup di Tengah Polusi Tangsel” inisiasi Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) di Tangerang Selatan, Juni lalu. Cuaca, katanya, turut andil memberikan dampak. Biasa rata-rata kualitas udara itu membaik pada musim hujan. Karena hujan bisa “mencuci’ polutan di udara dan menurunkan ke tanah. Sebaliknya, ketika musim kemarau kualitas udara memburuk. Wisya katakan, polusi udara di Tangerang Selatan antara lain karena kendaraan bermotor yang terus meningkat seiring kemudahan kepemilikan seperti sistem cicilan. Sampai 2025, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, ada 1,3 juta kendaraan bermotor. Kawasan industri yang berdekatan dengan Tangerang Selatan turut menjadi penyumbang emisi signifikan. Faktor lain, yang sering tidak disadari adalah pembakaran sampah sembarangan. Praktik ini, katanya, dapat menghasilkan super polutan berbahaya bagi kualitas udara dan berdampak pada kesehatan. ‘Kan ini cukup ramai di Tangerang Selatan kemarin-kemarin. Asap hitamnya itu berbahaya banget,” katanya. Kualiatas udara buruk di Jakarta dan beberapa daerah sekitar (Jabodetabek). Masyarakat sudah sulit dapatkan…This article was originally published on Mongabay
Polusi Udara Bisa Bahayakan Kesehatan Fisik dan Mental
Polusi Udara Bisa Bahayakan Kesehatan Fisik dan Mental




Comments are closed.