Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Melintasi Waktu di Atas Kapal Amsterdam: Pengalaman Imersif “Crimson Gilt” Hadir di Museum Bahari

Melintasi Waktu di Atas Kapal Amsterdam: Pengalaman Imersif “Crimson Gilt” Hadir di Museum Bahari

melintasi-waktu-di-atas-kapal-amsterdam:-pengalaman-imersif-“crimson-gilt”-hadir-di-museum-bahari
Melintasi Waktu di Atas Kapal Amsterdam: Pengalaman Imersif “Crimson Gilt” Hadir di Museum Bahari
service

29 Januari 2026 14.53 WIB • 2 menit

Melintasi Waktu di Atas Kapal Amsterdam: Pengalaman Imersif “Crimson Gilt” Hadir di Museum Bahari


Museum Bahari Jakarta segera menyuguhkan pengalaman imersif melalui pameran tunggal lintas negara bertajuk “Crimson Gilt”. Karya seniman Vincent Ruijters ini akan menyapa publik mulai 7 Februari hingga 7 April 2026.

Pameran ini bukan sekadar instalasi seni, melainkan sebuah jembatan sejarah yang menghubungkan memori kolektif antara Indonesia, Jepang, dan Belanda. Pameran ini juga ingin mendekatkan budaya masyarakat pesisir Jakarta.

Menghidupkan Kembali Bekas Gudang Rempah VOC

Pemilihan lokasi pameran di Museum Bahari bukanlah tanpa alasan. Bangunan ini merupakan bekas gudang penyimpanan rempah-rempah milik Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Atmosfer sejarah yang kental di gedung tua ini akan membuat pengunjung seolah memasuki “mesin waktu”.

Kolaborasi yang didukung oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda ini bertujuan untuk membedah narasi kolonialisme maritim dari sudut pandang yang lebih luas dan personal.

Vincent Ruijters, seniman berkebangsaan Belanda dengan darah peranakan Indonesia, membawa keresahan identitas pascakolonial ke dalam karyanya. Dalam Networking Event Museum Bahari (28/1/2026), Vincent menjelaskan bahwa tiap negara memiliki kacamata berbeda terhadap jejak VOC.

“Saya ingin membuat proyek yang membagikan bagaimana masing-masing negara melihat sejarah VOC dan membagikan perspektif tersebut,” ungkap Vincent.

Simbolisme “Crimson Gilt”: Darah dan Emas

Daya tarik utama pameran ini adalah instalasi raksasa Kapal Amsterdam, replika kapal VOC abad ke-18 yang tampak melayang di tengah ruang museum. Judul “Crimson Gilt” sendiri diambil dari kontras warna yang sarat makna:

• Crimson (Merah Tua): Terpampang di bagian depan kapal sebagai simbol penderitaan, rasa sakit, dan tumpah darah rakyat Indonesia selama masa penjajahan.

• Gilt (Emas): Ditempatkan di bagian dalam kapal, melambangkan kekayaan alam yang dikuras habis demi kejayaan ekonomi VOC.

Bagi Belanda dan Jepang, kapal ini mungkin dikenang sebagai simbol kejayaan perdagangan. Namun bagi Indonesia, ia adalah ikon luka sejarah.

Perjalanan Lintas Negara: Hirado, Jakarta, hingga Amsterdam

Pameran ini merupakan rangkaian global yang menyinggahi lokasi-lokasi kunci perdagangan VOC:

1. Hirado, Jepang (2025): Menonjolkan warna emas sebagai simbol VOC sebagai ikon positif di Jepang.

2. Museum Bahari Jakarta (2026): Menekankan warna merah sebagai refleksi sejarah kelam bagi bangsa Indonesia.

3. Museum Maritim Nasional Amsterdam: Lokasi penutup yang akan menyesuaikan perspektif masyarakat Belanda.

Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk tidak hanya melihat sejarah sebagai teks kaku, tetapi sebagai narasi yang terus bergerak dan berubah tergantung dari sisi mana kita memandangnya.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Mis’ari mengungkapkan dengan adanya pameran ini diharapkan bisa menjalin kerjasama baik dengan negara lain. Dirinya menyampaikan ketika pameran ini ditampilkan di Jepang, para pengunjung juga bisa mengenal Museum Bahari.

“Itu bagi kami keuntungan yg sangat besar. Karena pengunjung mengetahui tentang Museum Bahari,” ucapnya.

Dirinya juga tidak sabar menantikan pameran ini ditampilkan di Belanda. Sehingga jauh lebih banyak lagi orang-orang yang bisa mengenal Museum Bahari.

Selain itu, dia juga menyatakan Museum Bahari akan melakukan kolaborasi dengan banyak museum dunia. Sehingga semangat kolaborasi tetap terus diwariskan.

“Tentunya sesuai dengan warisan para pendiri mengenai semangat kolaborasi. Jadinya nanti dengan museum-museum ini kita akan buat sister-sister bahari lainnya di belahan dunia lainnya,” tegasnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.