Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Menafsir Ulang Makna Konco Wingking Ala Mubadalah

Menafsir Ulang Makna Konco Wingking Ala Mubadalah

menafsir-ulang-makna-konco-wingking-ala-mubadalah
Menafsir Ulang Makna Konco Wingking Ala Mubadalah
service

Mubadalah.id – Dr. Faqihuddin Abdul Kodir dalam bukunya Qiraah Mubadalah menegaskan bahwa teks agama maupun produk budaya selalu lahir dalam konteks tertentu. Jika kita pahami secara kaku, ia berpotensi melahirkan ketimpangan, khususnya terhadap perempuan.

Karena itu, metode mubadalah hadir dengan tiga langkah kerja utama: memahami teks dalam konteksnya, menarik prinsip-prinsip universal yang terkandung. Lalu menerapkannya secara resiprokal pada laki-laki dan perempuan.

Dengan cara ini, norma atau hukum yang tampak ditujukan hanya untuk salah satu jenis kelamin dapat ditarik menjadi berlaku untuk keduanya.

Misalnya, jika sebuah undang-undang menekankan kewajiban seorang suami untuk menafkahi. Maka prinsip mubadalah memandang bahwa istri pun memiliki kewajiban moral untuk menopang kesejahteraan keluarga sesuai kapasitasnya. Artinya, hukum yang tampak eksklusif bisa kita baca menjadi inklusif dan setara.

Konco Wingking

Salah satu contoh norma budaya yang populer di masyarakat Jawa adalah ungkapan “konco wingking” untuk perempuan atau istri.

Secara istilah ini berarti “teman belakang” menandakan bahwa perempuan dianggap sebatas pendamping domestik, yang tugas utamanya adalah mengurus rumah, melayani, dan menghibur suami.

Namun, melalui perspektif mubadalah, makna ini dapat direkonstruksi. Jika perempuan disebut konco wingking bagi laki-laki. Maka laki-laki pun harus siap menjadi konco wingking bagi istrinya. Dengan kata lain, dalam rumah tangga, suami juga berkewajiban untuk menjadi teman yang menyenangkan, mendukung, dan melayani istrinya.

Konsep ini bukan sekadar permainan bahasa, melainkan upaya serius untuk menegaskan kesetaraan dalam relasi keluarga. Suami dan istri adalah mitra sejajar yang saling menguatkan demi terwujudnya kehidupan rumah tangga yang bahagia.

Oleh karena itu, relasi kesalingan tidak berhenti di ranah domestik. Dalam ruang publik, laki-laki dan perempuan juga harus menjadi konco—teman, mitra, sekaligus partner kerja—yang saling mendukung dalam mewujudkan kebaikan sosial. []

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.