Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Menbud Resmikan Ruang Pamer Museum Sejarah Al-Qur’an, Perkuat Infrastruktur Kebudayaan yang Inklusif

Menbud Resmikan Ruang Pamer Museum Sejarah Al-Qur’an, Perkuat Infrastruktur Kebudayaan yang Inklusif

menbud-resmikan-ruang-pamer-museum-sejarah-al-qur’an,-perkuat-infrastruktur-kebudayaan-yang-inklusif
Menbud Resmikan Ruang Pamer Museum Sejarah Al-Qur’an, Perkuat Infrastruktur Kebudayaan yang Inklusif
service

9 Maret 2026 22.13 WIB • 2 menit

Menbud Resmikan Ruang Pamer Museum Sejarah Al-Qur’an, Perkuat Infrastruktur Kebudayaan yang Inklusif


Kementerian Kebudayaan terus memperkuat infrastruktur kebudayaan sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam rangkaian kunjungan kerja di Sumatra Utara, saat meresmikan Ruang Pameran Museum Sejarah Al-Qur’an yang merupakan bagian dari dukungan dari Direktorat Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan.

Mengawali sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa sebagai negara megadiversity, Indonesia memiliki potensi untuk menghidupkan narasi kebudayaan melalui berbagai aktivasi di ruang publik.

“Sebagai negara dengan ragam ekspresi budaya peninggalan warisan budaya yang kita sebut megadiversity, kita berharap ada narasi literasi yang hidup di tengah-tengah masyarakat melalui museum dan juga berbagai sanggar-sanggar yang menghidupkan aktivasi ruang publik dan juga banyak hal yang lainnya,” tegas Fadli Zon.

Menbud Fadli juga menyarankan tata pamer Museum Sejarah Al-Qur’an yang modern dan tematik untuk menarik generasi muda yang menuntut pengalaman belajar yang interaktif dengan memanfaatkan teknologi, pencahayaan yang tepat, serta narasi yang jelas.

Tata pamer merupakan aspek yang penting agar generasi muda dapat merasakan pengalaman belajar yang menarik, mendalam, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pada kesempatan yang sama, Ketua Pembina Museum Sejarah Al-Qur’an, Sabrina, menyampaikan bahwa Museum Sejarah Al-Qur’an merupakan salah satu upaya untuk melestarikan peradaban Islam di Sumatra Utara.

“Saya juga menyatakan bahwa kehadiran peradaban Islam, khususnya Al-Qur’an ini, secara budaya dan secara agama wajib kita lestarikan,” ujarnya.

Museum sejarah Alquran

Museum Sejarah Al-Qur’an memiliki peran penting dalam mendokumentasikan dan melestarikan khazanah naskah Al-Qur’an serta tradisi penulisan mushaf yang berkembang dalam sejarah peradaban Islam di Nusantara.

Selain sebagai tempat pameran, museum yang berlokasi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ini juga menjadi lokasi riset akademis dan aktivis seni budaya yang melibatkan masyarakat luas.

Peresmian ruang pamer baru ini juga mendorong museum-museum lain, baik yang dikelola pemerintah, filantropis, maupun komunitas, untuk menghidupkan dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Mengajak masyarakat hadir ke museum

Menbud Fadli Zon juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi Museum Nasional Indonesia maupun Museum Sejarah Al-Quran, guna memperoleh pengalaman belajar sejarah dan budaya yang komprehensif dan tematik.

Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, antara lain Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara; Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja; Direktur Sarana dan Prasana, Feri Arlius; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, Piet Rusdi; dan Kepala Balai Pelestarian Wilayah II Medan, Sukronedi.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatra Utara, M. Mahfullah Pratama Daulay; serta Ketua Yayasan Museum Sejarah Al-Qur’an, Ichwan Azhari.

Menutup sambutannya, Menbud Fadli Zon mengajak sejumlah pihak untuk bergotong-royong menghidupkan satu ruang publik yang mengangkat tentang manuskrip jejak agama Islam di Indonesia.

“Kita harapkan suatu saat kita memiliki museum manuskrip yang kuat, hasil dari kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, swasta, filantropis,dan juga komunitas,” pungkasnya.

Kementerian Kebudayaan RI berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana kebudayaan di berbagai daerah sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang inklusif bagi masyarakat serta memperluas akses masyarakat terhadap pemanfaatan warisan budaya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.