Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menelusuri Karhutla Riau di Hutan Alam dan Gambut Perusahaan

Menelusuri Karhutla Riau di Hutan Alam dan Gambut Perusahaan

menelusuri-karhutla-riau-di-hutan-alam-dan-gambut-perusahaan
Menelusuri Karhutla Riau di Hutan Alam dan Gambut Perusahaan
service

Akar dan tunggul pohon hangus masih tersisa, menyembul dari atas lahan gambut. Batang-batang pohon menghitam jadi arang.  Bertebaran di sepanjang hamparan area yang terbakar. Bekas kebakaran dalam kawasan perizinan berusaha pemanfaatan hutan  (PBPH)  PT Sekato Pratama Makmur (SPM) ini begitu tampak jelas, Selasa (12/5/26). Walau tanah gambut itu mulai tertutup tumbuhan hijau seperti pakis, jejak kebakaran di konsesi hutan tanaman industri (HTI) grup usaha APP Sinar Mas itu tak terbantahkan. Di tepi lahan kebakaran, masih ada bekas gubuk kayu walau hanya kerangka. Diduga, pondok itu ditempati selama pemadaman berlangsung. Plastik minuman kemasan juga berserakan di sekitarnya. Di depannya, terpacak spanduk dengan rangka baja ringan berisi peringatan kawasan rawan terbakar, dilarang menyalakan api beserta ancaman pidana. Bagian paling atas ada dua kotak merah berisi tulisan berwarna putih: PT SPM dan MPA. Ia mengapit logo Polda Riau dan TNI Angkatan Laut. Hamparan hutan gambut terbakar di konsesi SPM sudah berkanal sepanjang batas kebakaran. Penjelajahan pesawat tanpa awak juga menemukan satu kanal yang membelah areal itu. Pengukuran menggunakan citra satelit Sentinel-2, luas kebakaran sekitar 99,7 hektar. Temuan ini saat Mongabay bersama Walhi Riau ke lapangan untuk memverifikasi sebaran titik api (hotspot) di empat perizinan, Mei lalu. Sejak awal 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah melanda Riau. Laporan Sipongi, situs pemantauan karhutla Kementerian Kehutanan (Kemenhut), luas kebakaran per 24 Juni sudah mencapai 15.318,02 hektar, atau 70% dari tahun lalu. Analisa satelit NASA FIRMS yang Walhi Riau olah, sepanjang Januari – Mei, terdapat 450 titik titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan di atas 70%.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.