Sebagai ikan terbesar di dunia, hiu paus (Rhincodon typus) memiliki banyak keistimewaan yang tak ada pada ikan lain. Sayangnya, di waktu yang sama, biota laut ini makin rentan. Mochamad Iqbal Herwata Putra, Focal Species COnservation Manager Konservasi Indonesia katakan, saat ini, populasi global hiu paus terus menurun hingga 50%. Bahkan, perlu 100 tahun untuk memulihkannya. Hiu paus, adalah spesies payung (pelindung) dan flagship yang berperan menjaga keseimbangan rantai makanan, siklus nutrien, dan interaksi dengan spesies lain. Indonesia sudah memberikan perlindungan penuh sejak 2013 kepada hewan laut itu. Keberadaan hiu paus di perairan Indonesia sangat penting karena menjadi simpul konektivitas utama subpopulasi besar Indo-pasifik. Kawasan itu mencakup perairan Samudera Hindia Barat, Laut Arab, Asia Pasifik, Samudera Pasifik Timur, dan Subpopulasi Atlantik. “Indonesia sudah memulai upaya konservasi terintegrasi dan terstruktur sejak 2021 melalui rencana aksi nasional,” katanya. Menurut Iqbal, sejak lama perairan Indonesia menjadi daerah asuhan bagi paus sejak masih berukuran 1,5-3 meter hingga mencapai tahap dewasa dengan ukuran 8-9 meter. Namun, studi terbaru ungkap ada paus ukuran neonatus (bulan pertama setelah kelahiran) dan juvenil (tahap awal pertumbuhan) kecil berukuran 80 sentimeter di perairan Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat. Riset antara 2021-2025, mengidentifikasi lima wilayah populasi hiu paus di Indonesia, yakni, di Derawan dan Talisyan, Kalimantan Timur dengan 98 individu. Lalu, Botubarani (Gorontalo) 45 hiu, Teluk Saleh (159) , Teluk Cendrawasih (Papua Barat) ada 159 hiu, dan Kaimana (Papua Barat) 95 individu. Penelitian juga temukan keberadaan paus di perairan Probolinggo di Jawa Timur (Jatim). Berapa jumlahnya belum teridentifikasi. Aktivitas penangkapan ikan menjadi…This article was originally published on Mongabay
Mengapa Hiu Paus Banyak Terdampar?
Mengapa Hiu Paus Banyak Terdampar?





Comments are closed.