Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Mengenal Gerakan Antivax yang Disebut Picu Lonjakan Campak di RI

Mengenal Gerakan Antivax yang Disebut Picu Lonjakan Campak di RI

mengenal-gerakan-antivax-yang-disebut-picu-lonjakan-campak-di-ri
Mengenal Gerakan Antivax yang Disebut Picu Lonjakan Campak di RI
service

Jakarta

Bunda, gerakan ‘antivax’ atau penolakan terhadap vaksinasi menjadi salah satu faktor yang turut memicu meningkatkan kasus campak di Indonesia. Pandangan yang meragukan manfaat imunisasi membuat sebagian masyarakat tak ingin memberikan perlindungan kesehatan penting bagi anak.

Padahal, vaksinasi telah lama terbukti mampu mencegah penularan berbagai penyakit menular, termasuk campak.

Ketika cakupan imunisasi menurun, peluang penyebaran virus pun semakin besar sehingga risiko wabah di suatu wilayah ikut meningkat. Hal ini pun disoroti oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua IDAI cabang Jawa Barat, Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA, mengungkap keprihatiannya terhadap kenaikan kasus campak di Indonesia yang mengkhawatirkan.

Ia menyebut ada kelompok aktivis antivaksin yang secara terang-terangan menolak imunisasi, bahkan menganggap remeh risiko penyakitnya.

“Sampai bahkan mengatakan aktivis-aktivis antivaksin mendingan anaknya kena campak, bahkan enggak apa-apa kena Polio (poliomyelitis),” ujar Anggi, dikutip dari laman detikcom, Selasa (10/3/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa campak bukan penyakit sepele. Hal ini karena komplikasinya dapat berdampak sangat serius, mulai dari kehilangan pendengaran (tuli), dehidrasi berat yang dapat menyebabkan kematian, mata kering (xerophthalmia) karena virus campak yang menggerus cadangan vitamin A tubuh, hingga masalah berat pada paru-paru seperti pneumonia.

Mengenal gerakan ‘antivax’

Sejumlah vaksin lain telah dikembangkan untuk melawan berbagai penyakit, mulai dari influenza hingga infeksi human papillomavirus yang menyebabkan kanker tertentu dan virus Sars-COV-2 penyebab COVID-19.

Dalam 50 tahun terakhir, diperkirakan 154 juta jiwa telah diselamatkan oleh vaksin, menurut sebuah studi terbaru.

Namun, penolakan terhadap vaksin, atau keraguan untuk menerimanya, tersebar luas dan meningkat di banyak bagian dunia, bahkan merambah ke cabang pemerintahan tertinggi yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dilansir dari laman BBC, pada awal tahun 1800-an, serangkaian eksperimen terkontrol oleh Jenner dan dokter lainnya dengan cepat menunjukkan bahwa imunisasi sangat efektif, memberikan kekebalan terhadap cacar pada lebih dari 95 persen orang yang divaksinasi.

Otoritas kesehatan masyarakat di seluruh dunia mengambil tindakan untuk menerapkannya. Di Inggris, serangkaian Undang-Undang Vaksinasi, yang disahkan pada tahun 1840, 1853, dan 1871, menjadikan imunisasi untuk anak-anak awalnya gratis, kemudian wajib.

Namun hampir seketika itu juga, tantangan lain muncul, sejumlah kelompok anti-vaksinasi bermunculan di seluruh negeri.

Mereka menerbitkan pamflet dengan judul-judul provokatif dan sesuai dengan gaya gotik Victoria, seperti vaksinasi, kutukan, dan kengerian vaksinasi, risalah antivaksinasi, buku, bahkan majalah, termasuk The Anti-Vaccinator (1869) dan The Vaccination Inquirer (1879).

Mengapa vaksin penting?

Dilansir dari NHS, vaksinasi adalah hal terpenting yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dan anak-anak dari penyakit. Vaksinasi mencegah jutaan kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Sejak vaksin diperkenalkan di Inggris, penyakit seperti cacar, polio, dan tetanus yang dahulunya membunuh atau melumpuhkan jutaan orang kini telah hilang atau sangat jarang terlihat.

Penyakit lain seperti campak dan difteri telah berkurang hingga jumlah kasus yang sangat rendah setiap tahun sejak vaksin diperkenalkan. Kasus-kasus ini sering kali terkait dengan perjalanan.

Nah, itulah penjelasan terkait gerakan ‘antivax’ yang memicu lonjakan campak di Indonesia. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.