Setelah sebelumnya dikabarkan tidak mengirimkan delegasi ke Iran, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah mengutus Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Keduanya akan menghadiri upacara pemakaman pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026. Rencana kedatangan ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjaga hubungan baik Indonesia dengan Republik Islam Iran.
Kepada media di Jakarta, Senin (6/7), Sugiono mengatakan pemerintah masih menunggu konfirmasi dari otoritas Iran terkait waktu dan lokasi yang dapat dihadiri oleh delegasi Indonesia. Keberangkatan kedua pejabat tidak lepas dari laporan bahwa Duta Besar Indonesia untuk Iran, Rolliansyah (Roy) Soemirat, tidak diizinkan untuk masuk ke area persemayaman Ali Khamenei karena Iran hanya memberikan akses kepada pejabat dengan tingkat jabatan di atas duta besar. Penolakan ini sempat disorot masyarakat dan media tanah air.
Namun pemberitahuan yang disampaikan dalam waktu singkat, kata Sugiono, menjadikan pihak Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk mengirimkan utusan pengganti.
“Untuk itu kita berencana hadir. Kami masih menunggu jawaban, waktu, dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut. Seperti kita ketahui juga ada prosesi yang dilakukan terkait dengan rangkaian acara dari pemakaman,” ungkap Sugiono di Jakarta.
Ia menambahkan komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Iran terus berlangsung. Besarnya penghormatan masyarakat Iran terhadap Ayatollah Khamenei membuat pihak penyelenggara masih mengatur lokasi yang memungkinkan untuk menerima kunjungan para delegasi asing.
“Dari komunikasi yang terus kita lakukan (ada pengaturan lokasi) karena penghormatan terhadap beliau sangat besar, kemudian massa juga sangat besar di sana, pihak Iran masih mencoba untuk mencari titik atau spot menerima kunjungan (delegasi Indonesia) ini,” ujar Sugiono.
Sugiono menjelaskan, pemerintah Indonesia sebelumnya telah menerima undangan untuk menghadiri rangkaian acara tersebut. Pada tahap awal, Indonesia menyampaikan bahwa Duta Besar RI untuk Iran akan mewakili pemerintah dalam prosesi tersebut.
“Kita menerima pemberitahuan atau undangan mengenai acara tersebut dan pada saat itu kita juga sudah mengatakan bahwa yang mewakili pemerintah Indonesia adalah Dubes Indonesia yang ada di Iran,” tambahnya.
Menjaga Keseimbangan Geopolitik
Sementara itu, pengamat isu keamanan dan luar negeri, Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati, menilai keberangkatan Menlu dan Ketua MPR RI sebagai langkah yang menunjukkan posisi Indonesia yang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Namun ia mengingatkan agar Sugiono dapat memastikan apakah kedatangannya akan diterima dengan baik oleh pihak Iran, mengingat posisi politik Indonesia saat konflik Iran dengan AS memanas dalam beberapa bulan terakhir.
“Jangan sampai nanti kehadiran mereka ditolak lagi oleh Iran, itu akan sangat memalukan karena berarti (perwakilan Indonesia) ditolak dua kali,” kata Nuning melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (7/7).
Menurutnya, keputusan Presiden untuk mengutus Menlu sebagai anggota Kabinet Merah Putih sudah tepat. Kehadiran delegasi tingkat tinggi ini sekaligus menjawab kritik dari dalam negeri yang sempat mempertanyakan keputusan awal pemerintah yang hanya akan diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran. Di sisi lain, Nuning menilai keputusan untuk mengutus Ketua MPR RI kurang tepat karena berbeda ranahnya.
“MPR adalah badan legislatif jadi saya kira kurang pas. Tapi kehadiran mereka menegaskan bahwa Iran adalah sahabat lama Indonesia, dengan hubungan bilateral yang senantiasa hangat dan saling menghormati. Indonesia akan tetap menghormati hubungan bilateral dengan negara-negara Timur Tengah tanpa terpengaruh oleh tekanan dari blok Barat,” ujar Nuning.
Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan akan dimakamkan pada Kamis, 9 Juli 2026, di kompleks Makam Imam Reza yang terletak di kota kelahirannya, Mashhad. Pemakaman ini merupakan puncak dari rangkaian prosesi upacara yang telah berjalan selama enam hari di Iran.





Comments are closed.