Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

minimnya-pengetahuan-membuat-perempuan-rentan-dalam-kesehatan-reproduksi
Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi
service

Mubadalah.id — Pengetahuan tentang hak kesehatan reproduksi masih minim di kalangan perempuan. Padahal, pengetahuan tersebut merupakan hak dasar, namun akses terhadapnya termasuk layanan kesehatan reproduksi masih terbatas.

Keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akan berdampak langsung pada kehidupan perempuan. Bahkan, minimnya pengetahuan membuat perempuan berada dalam posisi rentan dalam mengambil keputusan terkait tubuh, kesehatan, dan seksualitasnya.

Dalam banyak kasus, perempuan tidak memiliki cukup bekal untuk memahami kondisi tubuhnya sendiri. Apalagi menentukan pilihan yang aman dan sesuai kebutuhan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan reproduksi tidak hanya menyangkut aspek medis. Tetapi juga berkaitan dengan dimensi sosial, budaya, dan pengetahuan.

Karena itu, pembahasan mengenai kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara terbuka, dewasa, dan cerdas agar tidak terjebak pada tabu, stigma, maupun pemahaman yang keliru.

Salah satu upaya membuka ruang pengetahuan tersebut salah satunya dilakukan melalui penerbitan buku Kisah Perempuan, kumpulan tulisan peserta Kursus Gender dan Seksualitas yang diselenggarakan oleh Bayt al-Hikmah Fahmina Institute.

Buku ini membahas sembilan tema kesehatan reproduksi perempuan yang mereka susun mengikuti siklus kehidupan, mulai dari menstruasi hingga menopause.

Berbeda dari buku sejenis, Kisah Perempuan menyajikan isu kesehatan reproduksi melalui pengalaman personal para penulisnya.

Buku ini tidak memisahkan seks sebagai pengalaman ketubuhan dengan seksualitas sebagai konstruksi sosial, termasuk pandangan yang bersumber dari ajaran agama.

Pendekatan tersebut dapat memperluas pengetahuan sekaligus mendorong percakapan publik yang lebih terbuka mengenai kesehatan reproduksi perempuan. []

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.