Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mitos Ikan yang Menjaga Kelestarian Telaga Ranjeng

Mitos Ikan yang Menjaga Kelestarian Telaga Ranjeng

mitos-ikan-yang-menjaga-kelestarian-telaga-ranjeng
Mitos Ikan yang Menjaga Kelestarian Telaga Ranjeng
service

Sejumlah warga berdiri di pinggir Telaga Ranjeng atau dikenal juga Tlogoranjeng yang letaknya di lereng barat Gunung Slamet. Tepatnya, di kawasan hutan Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (21/3/2026). Mereka memberi makan ikan di telaga tersebut dan ikan mas atau karper (Cyprinus carpio) terlihat mendominasi. Afan Maulana (21), pengunjung asal Banyumas, mempertanyakan kenapa yang muncul bukan ikan lele lokal (Pangasius hypophthalmus Sauvage). “Telaga Ranjeng terkenal akan lele yang tidak boleh diambil. Hanya boleh dilihat.” Sirin (55), warga desa setempat, mengatakan secara turun-temurun ada larangan tidak boleh mengambil lele dan ikan lainnya dari Telaga Ranjeng. “Sudah banyak kejadian, ketika ada yang nekat mengambil ikan maka terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Masyarakat di sini tetap menjaga ikan di telaga ini,”ungkapnya. Ribuan ikan mas terlihat di pinggir Telaga Ranjeng di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah. Foto: L Darmawan/Mongabay Indonesia Telaga yang berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut (m dpl) ini, merupakan cagar alam (CA) dengan luasan 53,41 hektar (ha). Jamal, Manggala Agni Pemula dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pemalang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah untuk Telaga Ranjeng, mengatakan meski CA namun banyak warga ingin tahu wilayah ini. “Saya sudah 15 tahun sebagai penjaga Telaga Ranjeng. Hingga sekarang, ekosistemnya terjaga,” jelasnya, Sabtu (28/3/2026). Warga Pandansari tidak mengambil ikan di Telaga Ranjeng merupakan bentuk kearifan lingkungan yang terus mereka jaga. Ada dua jenis ikan yang mendominasi di Telaga Ranjeng yakni lele dan ikan mas. Namun, tidak setiap saat dua jenis tersebut muncul. “Kadang, lele…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.