Tue,11 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Muhammadiyah Bangun Pondok Rehabilitasi Khusus Perempuan ODGJ di Banyumas, Berdiri di Atas Tanah Wakaf Penerima Manfaat

Muhammadiyah Bangun Pondok Rehabilitasi Khusus Perempuan ODGJ di Banyumas, Berdiri di Atas Tanah Wakaf Penerima Manfaat

muhammadiyah-bangun-pondok-rehabilitasi-khusus-perempuan-odgj-di-banyumas,-berdiri-di-atas-tanah-wakaf-penerima-manfaat
Muhammadiyah Bangun Pondok Rehabilitasi Khusus Perempuan ODGJ di Banyumas, Berdiri di Atas Tanah Wakaf Penerima Manfaat
service

Lahan bakal Pondok Putri Lembah Pintar Muhammadiyah


Muhammadiyah membangun pondok pesantren di Banyumas. Bukan sebagaimana ponpes kebanyakan yang bertujuan untuk mencetak santri berprestasi atau penghafal Al-Qur’an. Di Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ajibarang membangun pondok khusus untuk perempuan dengan gangguan jiwa, atau yang lebih dikenal dengan istilah ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Namanya Pondok Putri Lembah Pintar Muhammadiyah. Pondok ini bukan dalam artian sempit—tempat mengaji dalam arti konvensional, melainkan pusat rehabilitasi yang dirancang untuk merawat, mendampingi, dan memulihkan martabat perempuan-perempuan yang selama ini kerap terpinggirkan.

Peletakan batu pertama pembangunan telah dilakukan pada Senin, 6 Juli 2026, di RT 04 RW 06, Desa Pandansari. Acara ini dihadiri langsung Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, KH Tafsir, M.Ag, bersama Camat Ajibarang Rojiun, Danramil Ajibarang Kapten Inf Syukur, Kepala Desa Pandansari Teguh Utomo, hingga unsur kepolisian.

Pondok ini berdiri di atas tanah wakaf seluas 1.000 meter persegi, dengan total kebutuhan dana pembangunan mencapai Rp 2,9 miliar. Informasi soal rencana pembangunan pertama kali muncul lewat unggahan Instagram Lazismu Banyumas pada 24 Juni 2026, yang menyebut proyek ini sebagai sesuatu yang spesial karena secara khusus menyasar ODGJ perempuan.

Sosok di Balik Tanah Wakaf

Nama Andayanti tercatat sebagai sosok yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan pondok tersebut. Ia menghibahkan sebagian harta karena dirinya merasa sangat terbantu dengan layanan publik yang disediakan Muhammadiyah.

Makanya, ia ingin turut terlibat dalam kebermanfaatan yang diberikan oleh Muhammadiyah, sekaligus—secara tidak langsung—mempercayakan organisasi ini bisa mengelola tanah tersebut.

“Alhamdulillah, menurut saya Muhammadiyah luar biasa. Saya pribadi pernah dibantu oleh ambulans Muhammadiyah. Karena itu, saat mewakafkan tanah ini, saya yakin akan dikelola menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat,” katanya.

Andayanti percaya jaringan Muhammadiyah yang luas, mulai dari rumah sakit hingga fakultas kedokteran di berbagai universitas Muhammadiyah, akan mempermudah sinergi pondok ini dengan tenaga medis profesional.

“Pondok khusus perempuan ODGJ ini tidak bisa lepas dari penanganan medis. Nantinya, tempat ini tentu akan didukung oleh dokter spesialis jiwa, perawat kesehatan jiwa, dan tenaga profesional lainnya. Saya rasa ini adalah jalan yang sudah diatur oleh Allah Swt,” tambahnya.

Mengapa Perempuan ODGJ Butuh Ruang Khusus?

Pertanyaannya, mengapa harus pondok khusus perempuan? Perempuan dengan gangguan jiwa adalah subjek yang menghadapi kerentanan berlapis. Selain bergulat dengan kondisi kesehatan mentalnya sendiri, banyak dari mereka juga menghadapi risiko penelantaran, kekerasan fisik, hingga eksploitasi seksual di ruang publik maupun domestik.

Kondisi ini diperparah oleh skala persoalan kesehatan jiwa di Indonesia yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang terlihat sehari-hari. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan laporan Kementerian Kesehatan, diperkirakan ada lebih dari 19 juta penduduk berusia di atas 15 tahun yang mengalami gangguan mental emosional di seluruh Indonesia.

Dari jumlah itu, ratusan ribu di antaranya berjuang melawan gangguan jiwa berat, dan mayoritas belum mendapatkan penanganan yang layak. Minimnya fasilitas rehabilitasi kerap membuat keluarga mengambil jalan pintas yang keliru dan melanggar hak asasi manusia: pemasungan.

Di sinilah letak urgensi kehadiran Pondok Putri Lembah Pintar. Fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu ikhtiar memutus rantai pemasungan, dengan menawarkan penanganan yang memadukan pendekatan ilmiah dan religius sekaligus.

Tiga Pilar Pemulihan yang Diusung

Pembangunan pondok ini dirancang tidak sekadar menyediakan atap dan tempat tidur. Ada tiga pilar pemulihan yang hendak diintegrasikan sekaligus, yakni medis dan psikologis, spiritual, serta kemandirian.

Lewat pilar medis dan psikologis, pondok ini menyediakan layanan pendampingan intensif oleh tenaga kesehatan dan psikolog untuk kontrol obat serta terapi emosional.

Lalu, sebagai organisasi keagamaan, Pondok Putri Lembah Pintar Muhammadiyah juga menghadirkan pendekatan secara keagamaan yang menenangkan untuk memulihkan ketenangan jiwa warga binaan.

Tak hanya itu, para penyintas akan mendapatkan pelatihan keterampilan vokasional ringan agar para penghuni siap berdaya dan bisa kembali ke masyarakat setelah dinyatakan pulih.

Pendekatan tiga pilar ini sejalan dengan prinsip rehabilitasi psikososial yang umum digunakan dalam penanganan kesehatan jiwa modern, di mana pemulihan tidak hanya soal mengendalikan gejala, tapi juga memulihkan fungsi sosial dan kemandirian seseorang agar bisa kembali diterima di lingkungannya.

Pembangunan Pondok Putri Lembah Pintar Muhammadiyah kini tengah berjalan di Pandansari. Warga dan siapa pun yang ingin terlibat dalam gerakan kemanusiaan ini terbuka untuk memberikan dukungan, baik doa maupun bantuan lain, demi mempercepat berdirinya rumah harapan bagi para perempuan yang tengah berjuang menjemput kembali masa depan mereka.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.