Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Muktamar Sahkan Peta Jalan “NU Digdaya 2050”, Ini 3 Lapis Strateginya

Muktamar Sahkan Peta Jalan “NU Digdaya 2050”, Ini 3 Lapis Strateginya

muktamar-sahkan-peta-jalan-“nu-digdaya-2050”,-ini-3-lapis-strateginya
Muktamar Sahkan Peta Jalan “NU Digdaya 2050”, Ini 3 Lapis Strateginya
service

Jombang, NU Online
Peta Jalan “NU Digdaya 2050” yang dirumuskan oleh Sidang Komisi Program Muktamar Ke-35 NU resmi disahkan dalam Sidang Pleno III di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Tambakberas, Jombang, pada Sabtu (29/8/2026). Peta jalan ini diharapkan dapat menjadikan NU sebagai perkumpulan yang kuat, tangguh, dipercaya, dan bermartabat.

Alissa Wahid, Pimpinan Sidang Komisi Program menyebut bahwa Muktamar Ke-35 ini mencetak sejarah baru dalam forum perumusan program muktamar dari masa ke masa, untuk pertama kalinya Komisi Program berhasil menghasilkan sebuah peta jalan (roadmap) jangka panjang yang jelas.

“Peta jalan ini adalah amanah Muktamar ke-34 NU, mengingat NU memasuki abad keduanya. Peta jalan ini akan menjadi panduan agar NU menjadi jam’iyyah yang digdaya, yang mampu mengoptimalkan SDM nya ke arah yang tepat,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk mencapai peta jalan ini NU harus menyelesaikan terlebih dahulu ada 3 lapis pekerjaan yang harus mulai dilakukan dari bawah dan perlahan naik ke atas. Tiga pekerjaan tersebut ialah, landasan transformasi, pilar kemaslahatan, dan khidmah peradaban.

“Pekerjaan pertama yang harus dilakukan adalah landasan transformasi yang dimulai dari penguatan jati diri NU, lalu memastikan landasan transformasi bisa kita selesaikan dengan tata kelola, kaderisasi dan transformasi digital,” jelasnya.

Langkah selanjutnya adalah 4 pilar kemaslahatan, yaitu pengembangan pesantren dan Aswaja, keunggulan sumber daya manusia SDM NU, kesejahteraan sosial ekonomi dan pelestarian lingkungan berkelanjutan. Setelah dua pekerjaan tersebut terlaksana dengan baik, langkah terakhirnya ialah khidmah bagi bangsa dan peradaban.

“Perlu diingat bahwa visi digdaya itu tidak akan tercapai jika kita lalai pada penguatan jati diri NU. Sangat dibutuhkan kerja keras untuk menguatkan ideologi Aswaja an-nahdliyyah di tiap warga NU termasuk pengurus,” tegasnya.

Putri Gus Dur ini menyebut, pentingnya penguatan Aswaja an-nahdliyyah ini juga merupakan aspirasi kuat dari para muktamirin agar PBNU memberikan pendampingan yang lebih intensif, khususnya kepada struktur organisasi di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.