Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Niat Bali Beralih ke Energi Bersih Malah Bangun Pembangkit Gas Alam

Niat Bali Beralih ke Energi Bersih Malah Bangun Pembangkit Gas Alam

niat-bali-beralih-ke-energi-bersih-malah-bangun-pembangkit-gas-alam
Niat Bali Beralih ke Energi Bersih Malah Bangun Pembangkit Gas Alam
service

  Jauh panggang dari api. Mungkin pepatah ini cocok bagi Pemerintah Bali, yang berkomitmen untuk beralih ke energi bersih, tetapi dalam pelaksanaan malah berencana membangun energi fosil: pembangkit listrik tenaga gas termasuk pula membangun fasilitas industri ini, Terminal LNG (liquefied natural gas). Bahkan untuk merealisasikan rencana itu, Pemerintah Bali merevisi rencana tata ruang (RTRW) Bali.  Rencana ini mendapat protes dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan fasilitas energi bersumber dari gas alam itu. Sejak 2022,  Masyarakat Desa Adat Intaran, Sanur, protes besar-besaran menolak pembangunan terminal LNG dan distribusi pemipaan yang akan melewati hutan mangrove. Ribuan warga ikut aksi simultan ini. “Kami menolak revisi RTRW yang mengakomodir pembangunan terminal LNG di kawasan mangrove.”  Begitu salah satu spanduk penolakan pada 19 Juni 2022. Puluhan warga Desa Adat Intaran berkumpul di pusat desa dan beraksi bersama sepanjang jalan raya. Mereka khawatir dampak yang bakal muncul ketika ada pembangkit. Masyarakat tak ingin pesisir dan laut rusak karena terminal di tengah laut dan rencana lokasi itu merupakan lalu lintas nelayan dan wisata. Selain itu, hampir empat hektar hutan mangrove bakal rusak untuk jaringan distribusi atau pemipaan itu. Kemudian muncul rencana lokasi terminal pindah ke pesisir Desa Sidakarya, lalu antara Sidakarya dan pesisir Desa Serangan. Warga juga protes. Tiga desa ini berada di garis pantai yang sama. Hingga kini,  belum ada lokasi final. Masyarakat pun belum mendapatkan informasi soal itu. “Saya tidak tahu soal terminal LNG ini karena tidak diikutsertakan. Dari Masyarakat Adat Serangan yang menolak. Saya tidak bisa bilang menolak dan tidak, karena saya tidak ada tanda…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.