Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Nilai Pengendalian Tembakau: Pegiat Perempuan Anti Rokok Nilai Pemerintah masih Belum Tegas

Nilai Pengendalian Tembakau: Pegiat Perempuan Anti Rokok Nilai Pemerintah masih Belum Tegas

nilai-pengendalian-tembakau:-pegiat-perempuan-anti-rokok-nilai-pemerintah-masih-belum-tegas
Nilai Pengendalian Tembakau: Pegiat Perempuan Anti Rokok Nilai Pemerintah masih Belum Tegas
service

Prohealth.id — Pegiat Perempuan Anti Merokok Watty Anggraeni, mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai masih belum tegas dalam pengendalian tembakau selama setahun terakhir. Menurutnya, kebijakan tersebut belum mampu melindungi ruang sehat bagi perempuan dan anak, khususnya di ranah publik.

Watty menilai pemerintah masih berkompromi dengan industri rokok, terutama dalam kebijakan standar kemasan rokok yang berada di di Kementerian Kesehatan.

Kebijakan tersebut juga dianggap masih mengakomodasi kepentingan industri rokok dan menunjukan lemahnya komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat.

“Seharusnya kebijakan standar kemasan rokok jadi kesempatan pemerintah menunjukan komitmen melindungi kesehatan masyarakat terutama perempuan dan anak,” ujarnya lewat pesan singkat kepada Prohealth (28/12).

Di sisi lain, Watty menyoroti bahwa perempuan kerap menjadi korban dari mudahnya akses mendapatkan rokok. Ia mengaku sering menerima laporan keresahan dari banyak perempuan terkait aktivitas merokok di berbagai ruang publik.

“Terutama di kampus, sekolah, di jalan, atau di tempat umum yang bebas asap rokok. Kita sebagai perempuan pengen hak buat bernapas di udara yang bersih, kalo mau merokok yah di tempat khusus dong,” katanya.

Watty menegaskan, asap rokok sangat mengganggu, terutama bagi ibu hamil, anak-anak. Bau asap rokok menyengat kerap menyebabkan sesak napas, pusing, kadang mual, hingga mata perih.
”Kami ini perokok pasif dan paling rentan karena tidak merokok, tapi kenapa kita harus menanggung dampaknya,” ujarnya.

Tagih Komitmen Pemerintah

Watty menambahkan, seharusnya para perokok ditempatkan di area khusus sebagaimana diatur dalam peraturan daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di setiap daerah, yang berlaku di berbagai daerah. Aturan tersebut mengatur larangan merokok di tempat-tempat publik demi melindungi masyarakat dari paparan asap rokok.

Keresahan serupa juga dirasakan Ira Safaat, 22, mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA). Ia mengaku kerap menjadi korban dari perilaku orang yang merokok sembarangan. Ditambah, menurut pengakuan Ira, ia kerap menegur para perokok terutama ketikaa di jalan saat berkendara.

“Gua masih banyak nemuin orang merokok di jalan sambil bawa motor, pas gua berangkat, atau pulang ngampus, posisinya mereka kan di depan yah, otomatis si abunya jadi kena orang yang di belakang. Yah gua tegurlah, mereka biasanya langsung minggir atau buang rokoknya,” katanya (28/12).

Bagi Ira, orang yang merokok sembarangan menunjukan perilaku egois manusia. Menurt Ira, dalam setahun terakhir tindakan tegas dari pemerintah juga absen, ditambah tidak ada yang progres menerbitkan orang merokok di ranah publik.

“Perokok itu egois karena mentingin diri sendiri tanpa melihat dampak di sekitarnya,” ujarnya “Harusnya implementasi aturan KTR itu dipertegas pemerintah secara tindakan, bukan hanya di atas kertas saja dalam setahun terakhir,”

Editor : Fidelis Satriastanti

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.