Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Ma’ruf Amin: Calon Ketum PBNU Harus Bisa Menjadi Perekat Perbedaan

Ma’ruf Amin: Calon Ketum PBNU Harus Bisa Menjadi Perekat Perbedaan

ma’ruf-amin:-calon-ketum-pbnu-harus-bisa-menjadi-perekat-perbedaan
Ma’ruf Amin: Calon Ketum PBNU Harus Bisa Menjadi Perekat Perbedaan
service

Jakarta, Arina.id—Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menilai, ada dua nilai yang harus dimiliki oleh calon Ketua Umum PBNU, yakni al-ishlah wal-ishlah. Ia menuturkan, pemimpin nahdliyin di masa depan harus bisa mendamaikan semua kelompok yang bertikai.

“Ya tadi, harus punya kemampuan melakukan dua hal al-ishlah wal-ishlah. Ishlah pertama itu mendamaikan semua kelompok yang bersengketa, karena tanpa persatuan tidak mungkin,” kata Ma’ruf kepada wartawan usai gelaran Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Komplek Gedung MPR RI, Sabtu (8/8).

Menurut dia, karakter ishlah menjadi penting karena NU merupakan organisasi besar yang menaungi berbagai kelompok dan elemen masyarakat. Karena itu, pemimpin NU harus mampu menjadi perekat ketika terjadi perbedaan dan mengutamakan kepentingan bersama.

“Kepemimpinan selanjutnya harus mampu menggerakkan organisasi dengan semangat perjuangan dan pengabdian,” ucapnya.

Kiai Ma’ruf menegaskan, NU tidak boleh hanya dipahami sebagai wadah berkumpul. Sejak awal, NU memiliki orientasi besar dalam memperjuangkan keadilan, keamanan, perbaikan kehidupan masyarakat, serta menghadirkan kemaslahatan.

“NU bukan hanya sekadar kumpul-kumpul, tetapi membawa pergerakan besar, baik dalam persoalan agama dan kemasyarakatan, ekonomi, politik, sosial, kebudayaan, kemanusiaan, maupun kebangsaan,” tuturnya.

Ma’ruf menilai calon Ketum PBNU juga harus memiliki kualitas dan kapabilitas. Ia berharap, figur yang maju dalam Muktamar ke-35 PBNU bukanlah atas dorongan sejumlah pihak.

“Supaya ber-NU itu lebih pada kualitas. Ya, artinya pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan, bukan karena dorongan,” katanya.

Ma’ruf menilai, calon Ketum PBNU bisa memperbaiki dan memperbesar langkah bagi organisasi. “Kemampuan dua hal itulah, al-ishlah wal-ishlah. Kalau tidak, tidak akan mampu mengembalikan NU kepada khittahnya sesuai dengan qanun asasi. Saya kira itu,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.