Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Pameran Gus Dur dan Daisaku Ikeda untuk Kemanusiaan

Pameran Gus Dur dan Daisaku Ikeda untuk Kemanusiaan

pameran-gus-dur-dan-daisaku-ikeda-untuk-kemanusiaan
Pameran Gus Dur dan Daisaku Ikeda untuk Kemanusiaan
service

Yayasan Bani Abdurrahman Wahid dan Soka Gakkai Indonesia menggelar pameran “Gus Dur dan Daisaku Ikeda untuk Kemanusiaan: Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian” di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat sejak 1-7 Oktober 2025.

Ketua Pelaksana, Inayah Wulandari Wahid mengatakan kegiatan ini digelar untuk memperingati 15 tahun pertemuan Gus Dur dan Daisaku Ikeda, yang dituliskan dalam sebuah buku.

“Jadi ini untuk memperingati keluarnya buku tersebut. Kenapa mesti diperingati? Karena ini salah satu wasiat Gus Dur dan Ikeda bahwa buku ini harus tersebar luas dan sangat penting karena berbicara tentang kondisi dunia,” kata Inayah Wahid di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Inayah menjelaskan, dialog yang kemudian menjadi isi buku itu bermula 15 tahun lalu ketika Gus Dur dan Ikeda bertemu. Buku berjudul Dialog Peradaban ini merekam percakapan mereka berdua sebagai pemimpin kelompok agama sekaligus tokoh perdamaian.

“Dua-duanya banyak bicara soal perdamaian. Mereka ketemu pertama kali, kemudian hasil pertemuan keduanya dijadikan buku. Dialog Peradaban Dunia ini dikeluarkan 15 tahun lalu,” jelasnya.

Setelah digelar di Masjid Istiqlal, pameran ini akan dilanjutnkan di dua tempat lainnya yakni Makara Art Centre Universitas Indonesia dan Pusat Kebudayaan Soka Gakkai Indonesia.

“Tiga rangkaian itu kalau dihubungkan dengan isi buku Dialog Peradaban mewakili berbagai aspek. Kenapa di Istiqlal? Karena melambangkan aspek interfaith, Gus Dur dan Saku Ikeda dulu pemuka agama yang berbeda. Dialognya membicarakan toleransi, perbedaan agama, dan bagaimana menciptakan hubungan harmoni,”kata puteri ketiga Gus Dur itu.

Menurut Inayah, isi buku tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini sehingga perlu disampaikan ke masyarakat.

“Situasi hari ini banyak dibicarakan dalam buku tersebut. Dengan Indonesia hari ini semuanya relevan dengan persoalan hari in. Rumah ibadah susah didirikan, pengusiran rumah ibadah itu seperti penyakit besar yang saling berkelindan. Buku itu membahas semua itu,” jelasnya.

Dalam rangkaian kegiatan, juga akan dilakukan peluncuran versi audio book. Pameran ini memiliki tiga poin utama: memunculkan isi buku Dialog Peradaban, menghadirkan sosok Gus Dur dan Daisaku Ikeda dalam keseharian, serta menampilkan pesan perdamaian melalui karya seni.

Manusia biasa

Inayah berharap publik bisa melihat Gus Dur dan Ikeda sebagai manusia biasa yang dekat dengan keseharian masyarakat. “Mereka bukan makhluk istimewa, superhuman. Mereka bukan sesuatu yang tidak tersentuh. Justru kebalikannya, mereka adalah bagian dari kita semua,” kata Inayah.

“Kalau mereka melakukan keputusan atau tindakan yang memunculkan perdamaian, berarti kita juga bisa,” imbuhnya.

Kegiatan ini dikemas dalam beberapa agenda, di antaranya: Pameran Visual, berupa cuplikan kisah kehidupan inspiratif Gus Dur dan Daisaku Ikeda serta kutipan pemikiran kedua tokoh.

Talkshow dan Bedah Buku, yang mengangkat tema dialog, toleransi, dan perdamaian berdasarkan isi buku Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian, dengan menghadirkan tokoh agama dan aktivis gerakan perdamaian.

Art Performance, sebagai ruang pertukaran kebudayaan dan memperkenalkan budaya Jepang serta Indonesia, khususnya bagi generasi muda.

Pameran ini akan dihadiri masyarakat umum, tokoh agama dan perwakilan organisasi keagamaan, akademisi dan pelajar, serta organisasi yang bergerak di bidang toleransi, hak asasi manusia, dan perdamaian. []

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.