Jakarta (ANTARA) – Tim Pencari Bakat PB Djarum menilai sejumlah pebulu tangkis putri kategori U-11 menunjukkan potensi menjanjikan dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah.
Anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum Yuni Kartika mengatakan kualitas teknik dasar peserta putri relatif baik meski secara jumlah lebih sedikit dibandingkan sektor putra.
“Kalau melihat potensi, cukup menggembirakan karena untuk usia paling bawahnya itu (U-11), banyak yang menjanjikan,” kata Yuni dalam keterangan tertulis yang diterima di Kudus, Kamis.
Menurut mantan pebulu tangkis nasional itu, tim pencari bakat harus lebih jeli dalam menyaring peserta putri karena jumlah atlet yang mengikuti audisi lebih sedikit.
Penilaian juga tidak hanya dilakukan berdasarkan kemampuan saat bertanding. Kondisi fisik dan mental akan menjadi bagian evaluasi apabila peserta melaju hingga tahap karantina.
“Untuk teknik dasar rata-rata relatif banyak yang sudah baik. Kemudian, penyebaran asal peserta juga cukup merata,” ujar Yuni.
Baca juga: PB Djarum saring 1.601 talenta muda
Salah satu peserta U-11 yang mencuri perhatian adalah Fiendiziya Gwen Fernandes asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, yang pindah ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menjalani latihan lebih intensif menjelang audisi.
Gwen melaju ke tahap turnamen setelah mengalahkan Aishya Azzalea asal Kabupaten Kendal dengan skor 21-8.
“Saya mau ikut PB Djarum karena PB Djarum itu salah satu klub besar yang sering juara. Saya juga mau ikut pertandingan internasional dan berprestasi seperti atlet-atlet PB Djarum,” kata Gwen.
Upaya kembali menembus PB Djarum juga dilakukan Yukiko Graciela Manangkot asal Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Peserta KU-12 itu sebelumnya mencapai semifinal Audisi Umum PB Djarum Makassar 2026, tetapi belum mendapatkan Super Tiket.
Baca juga: PB Djarum perluas audisi ke Sumatra dan Sulawesi demi cari talenta
Di Kudus, Yukiko lolos dari tahap screening setelah menang 21-13 atas Diandira Bilqis Ufaira asal Kabupaten Blora.
Sementara Lusia Maheswari Gracia Pengajeng asal Magelang kembali mengikuti audisi setelah langkahnya terhenti pada tahap turnamen tahun lalu.
Rangkaian audisi selanjutnya memasuki fase turnamen pada Jumat (11/9) hingga Minggu (13/9).
Peserta putra yang mencapai semifinal dan peserta putri yang menembus final berhak mendapatkan Super Tiket menuju tahap karantina.
Tim Pencari Bakat juga dapat memberikan Super Tiket kepada peserta yang dinilai memiliki potensi meski tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil pertandingan.
Peserta yang memperoleh Super Tiket selanjutnya mengikuti karantina selama empat pekan sebelum ditentukan menjadi atlet binaan PB Djarum.
Baca juga: PB Djarum lanjutkan tradisi bonus untuk atlet berprestasi
Baca juga: Audisi Umum PB Djarum diharapkan jadi penguatan ekosistem regenerasi
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.