Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Peran Fahmina dalam Membentuk Jaringan Ulama Perempuan

Peran Fahmina dalam Membentuk Jaringan Ulama Perempuan

peran-fahmina-dalam-membentuk-jaringan-ulama-perempuan
Peran Fahmina dalam Membentuk Jaringan Ulama Perempuan
service

Mubadalah.id – Upaya penguatan peran perempuan dalam diskursus keislaman di Indonesia telah berlangsung sejak awal 2000-an. Salah satu lembaga yang aktif mendorong proses tersebut adalah Yayasan Fahmina.

Pada 2003, Fahmina menyelenggarakan Dawrah Fiqh Perempuan sebagai ruang belajar dan diskusi bagi perempuan tentang isu-isu keagamaan dan keadilan.

Kegiatan ini kemudian berlanjut dengan penyelenggaraan Dawrah Kader Ulama Pesantren pada 2005. Program tersebut bertujuan membekali para peserta dengan pengetahuan keislaman yang berpihak pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Fahmina kembali melanjutkan inisiatifnya dengan menggelar Dawrah Kader Ulama Perempuan pada 2018.

Rangkaian kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari proses panjang pembentukan jaringan ulama perempuan di Indonesia. Para peserta tidak hanya berasal dari satu wilayah, melainkan dari berbagai daerah, dengan latar belakang pesantren, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat sipil.

Selain Fahmina, terdapat pula Alimat, sebuah perhimpunan individu dan lembaga yang memiliki visi serupa, yakni memperjuangkan keadilan relasi laki-laki dan perempuan dalam perspektif Islam. Pada 2009, Alimat menginisiasi pertemuan nasional yang mempertemukan para aktivis dan tokoh perempuan dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.

Pertemuan-pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman, refleksi, dan penguatan perspektif keagamaan yang berangkat dari realitas hidup perempuan. Para peserta membahas berbagai persoalan sosial, mulai dari kekerasan berbasis gender, ketimpangan akses pendidikan, hingga marginalisasi perempuan dalam pengambilan keputusan.

Pengamat menyebut bahwa inisiatif-inisiatif ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya gerakan ulama perempuan di Indonesia. Bahkan hal tersebut menjadi gerakan intelektual, kultural dan sosial, karena berakar pada pengalaman hidup nyata.

Proses panjang ini akhirnya bermuara pada lahirnya sebuah ruang kolektif yang lebih besar, yang kemudian kita kenal sebagai Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.