KABARBURSA.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham selama satu pekan periode 20—24 April 2026 ditutup pada zona bervariasi.
P.H Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana mengatakan peningkatan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini, yaitu sebesar 4,44 persen.
“Menjadi 44,88 miliar lembar saham dari 42,98 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar dia dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 25 April 2026.
Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami kenaikan sebesar 1,09 persen dari 2,72 juta kali transaksi pada pekan lalu menjadi 2,75 juta kali.
Namun, Aulia menyampaikan rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami penurunan yaitu sebesar 3,67 persen menjadi Rp19,61 triliun dari Rp20,36 triliun pada pekan sebelumnya.
“Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami perubahan sebesar 6,59 persen menjadi Rp12.736 triliun dari Rp13.635 triliun pada pekan sebelumnya,” kata dia.
Sedangkan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan menurun signifikan sebesar 6,61 persen yang membuat indeks bertengger di posisi 7.129,490.
“Sehingga IHSG ditutup pada level 7.129,490, dari posisi 7.643,004 pada pekan lalu,” jelasnya.
Adapun investor asing pada perdagangan terakhir pekan atau Jumat 24 April 2026, mencatatkan nilai jual bersih Rp2,002 triliun.
“Dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp42,809 triliun,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, tekanan terhadap pasar saham domestik kian dalam. Arus dana asing yang keluar dalam dua hari terakhir tidak hanya menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tetapi juga mengungkap titik lemah baru di sektor perbankan.
“Foreign outflow terkonsentrasi pada saham-saham big banks, menandai memburuknya sentimen investor asing dari pelemahan nilai tukar rupiah,” tulis Stockbit Sekuritas dalam risetnya, Jumat, 24 April 2026.
Fenomena ini terjadi di tengah tekanan berlapis. Nilai tukar rupiah sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang masa di level Rp17.315 per dolar AS sebelum sedikit menguat ke Rp17.205. Di saat yang sama, harga minyak dunia kembali menembus USD100 per barel akibat gangguan pasokan global, memperbesar risiko fiskal domestik.
IHSG sendiri ditutup turun 3,38 persen ke level 7.129 pada Jumat, 24 April 2026. Dalam sepekan, indeks sudah melemah sekitar 6,6 persen. Tekanan terbesar datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama perbankan.
Dalam dua hari terakhir saja, arus keluar dana asing tercatat sekitar Rp979 miliar pada Kamis dan melonjak menjadi Rp2 triliun pada Jumat. Data ini mempertegas bahwa investor global mulai menarik eksposurnya dari pasar Indonesia. (*)





Comments are closed.