Karawang, Jawa Barat (ANTARA) – Corporate Secretary Pertamina Gas (Pertagas) Sulthani Adil Mangatur menyatakan siap mendukung rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menerapkan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).
“Jadi, prinsipnya nanti bilamana kami diminta untuk andil, turut serta, kami akan siap mendukung,” ujar Sulthani ketika ditemui di Stasiun Kompresor Gas Distrik Tegalgede, Cikarang Selatan, Jawa Barat, Rabu.

Salah satu dukungan yang siap diberikan oleh Pertagas adalah infrastruktur pendukung. Misalkan, lanjut dia, apabila konsep penyaluran CNG melibatkan stasiun kompresi gas tertentu, Sulthani menyampaikan Pertagas siap untuk turut berkontribusi.
Selain itu, Sulthani juga menyampaikan Pertagas dapat mengambil peran apabila diperlukan infrastruktur untuk mengalirkan pasokan gas CNG ke titik stasiun tertentu.
Baca juga: Menteri Bahlil targetkan uji coba tabung CNG 3 kg selesai Juli
“Secara pipa, mostly kalau kita bicara untuk yang tadi, dari Sumatera bagian tengah sampai ke Jawa bagian timur kami sudah terhubung pipanya. Sebagai pipa backbone, ya, di sini,” kata Sulthani.
Meskipun demikian, Sulthani menyampaikan masih menunggu ketetapan dari Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), ihwal mekanisme bisnis dan konsep penyaluran CNG.
“Nanti kami lihat dari pemerintah seperti apa,” ujar Sulthani.
CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.