Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Pesantren Hijau Wujud Penerapan Ekoteologi, Satu Santri Satu Pohon untuk Indonesia yang Lestari

Pesantren Hijau Wujud Penerapan Ekoteologi, Satu Santri Satu Pohon untuk Indonesia yang Lestari

pesantren-hijau-wujud-penerapan-ekoteologi,-satu-santri-satu-pohon-untuk-indonesia-yang-lestari
Pesantren Hijau Wujud Penerapan Ekoteologi, Satu Santri Satu Pohon untuk Indonesia yang Lestari
service

Jakarta, NU Online

Dalam momentum peringatan Hari Santri 2025, Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan gerakan Pesantren Hijau sebagai wujud nyata penerapan konsep ekoteologi di lingkungan pesantren. Program ini mengusung semangat Satu Santri Satu Pohon untuk berpartisipasi aktif dalam penghijauan dan pelestarian alam.

Direktur Pesantren Kemenag Basanang Said menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian penting dari gerakan nasional penghijauan sekaligus refleksi ajaran agama yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ekoteologi yang sudah dilakukan yaitu santri menanam, satu santri satu pohon, bagian dari pelaksanaan Hari Santri. Jadi, kita akan menghijaukan Indonesia dengan melibatkan enam juta santri dan akan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup untuk gerakan santri menanam itu,” ujarnya saat ditemui NU Online di Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).

Basnang mengimbau bahwa setiap pesantren harus menyediakan ruang terbuka hijau, taman bunga, dan area pepohonan untuk menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman bagi para santri.

“Dengan adanya pepohonan itu, anak-anak jadi nyaman tinggal di pesantren yang sejuk dan rindang, akhirnya dapat mempengaruhi semangatnya anak-anak untuk belajar,” ungkapnya.

Menurutnya, tujuan utama penerapan konsep ekoteologi di pesantren adalah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, indah, dan sehat. Lebih dari itu, gerakan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai teologis kepada santri tentang pentingnya menjaga alam sebagai amanah Allah swt.

Basnang menambahkan bahwa dalam Al-Quran surah Ar Rum ayat 41, dijelaskan tentang kerusakan alam yang disebabkan oleh perbuatan manusia.

“Jadi jangan selalu menyalahkan Tuhan. Sesungguhnya ada kontribusi kita yang membuat alam ini rusak. Maka Pesantren akan mengambil bagian penghijauan, dalam rangka memelihara alam itu,” ujarnya.

Beberapa pesantren telah menerapkan Pesantren Hijau, diantaranya Pondok Pesantren Al-Hamid di Jakarta Timur, Pesantren Al-Ikhlas di Bone, dan Pesantren As’adiyah di Wajo, Sulawesi Selatan.

“Saya yakin pesantren-pesantren lainnya juga sama hijau dan rindangnya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pesantren yang ramah lingkungan juga melibatkan partisipasi masyarakat sekitar.

“Pesantren ramah lingkungan bukan hanya tanggung jawab warga pesantren, tetapi juga masyarakat sekitar yang mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan hijau,” ucapnya.

Basnang berharap, gerakan ini tidak hanya dilakukan oleh segelintir pesantren, tetapi menjadi budaya bersama di seluruh pesantren Indonesia.

“Harapannya bukan hanya satu atau dua pesantren yang melakukan upaya penghijauan, tapi seluruh pesantren nantinya memiliki ruang hijau agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi para santri,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.