Sun,31 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Polda Lampung Bongkar Jaringan Prostitusi Anak, 2 Korban SMP Dibawa Jadi Terapis Spa di Surabaya

Polda Lampung Bongkar Jaringan Prostitusi Anak, 2 Korban SMP Dibawa Jadi Terapis Spa di Surabaya

polda-lampung-bongkar-jaringan-prostitusi-anak,-2-korban-smp-dibawa-jadi-terapis-spa-di-surabaya
Polda Lampung Bongkar Jaringan Prostitusi Anak, 2 Korban SMP Dibawa Jadi Terapis Spa di Surabaya
service

Surabaya (beritajatim.com)  – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung membongkar jaringan prostitusi anak lintas pulau yang diduga mengirimkan korban di bawah umur dari Lampung ke sebuah tempat hiburan dan spa di Surabaya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan seorang remaja berinisial SA (17) sebagai tersangka.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan terkait keberadaan dua anak perempuan di bawah umur yang diduga menjadi korban eksploitasi seksual setelah direkrut dan diberangkatkan dari Lampung ke Surabaya.

“Ada dua korban yakni berinisial R dan BA,” kata Helfi kepada awak media.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua korban masing-masing berusia 15 dan 14 tahun, warga Teluk Betung Selatan, Lampung. Keduanya masih berstatus pelajar kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Polisi mengungkap SA berperan mencari calon terapis di Lampung dengan menawarkan pekerjaan bergaji Rp2 juta per minggu. Pada 11 April 2026, kedua korban berhasil dibujuk dan diberangkatkan bersama tersangka dari Terminal Bus Agramas di Kali Balok, Bandar Lampung menuju Surabaya.

Setelah tiba di Surabaya pada 12 April 2026, mereka dijemput oleh seorang pria bernama Febri Ramadhan alias Febra yang disebut bekerja sebagai Disc Jockey (DJ) Residence sekaligus menjalankan agensi perekrutan terapis di Gion Spa and Pub, Surabaya.

Kedua korban kemudian dibawa ke sebuah apartemen di kawasan Puncak Permai Surabaya sebelum dipindahkan ke mess yang digunakan para pekerja di tempat tersebut.

Hasil penyelidikan Polda Lampung menyebutkan bahwa Febri Ramadhan diduga menjalankan agensi tersebut bersama istrinya, Keyla, yang disebut merupakan mantan terapis di lokasi yang sama.

Selain merekrut korban, para pelaku juga diduga memalsukan dokumen kependudukan guna menyamarkan identitas dan usia korban.

“Sebelum berangkat kedua korban difoto untuk membuat dokumen kependudukan palsu. Setelah sampai di Surabaya kedua korban dipekerjakan di Gion Spa and Pub Surabaya,” ujar Helfi.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berhasil menghubungi keluarganya di Lampung pada 17 April 2026 dan meminta bantuan untuk dipulangkan.

Keluarga kemudian menghubungi tersangka SA. Namun, menurut penyidik, tersangka justru meminta uang sebesar Rp10 juta sebagai syarat pemulangan kedua korban.

Merasa keberatan dan curiga, keluarga korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Lampung. Dari laporan itu, penyidik melakukan serangkaian penyelidikan hingga menetapkan SA sebagai tersangka.

“Untuk tersangka SA sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sudah ditahan,” tegas Helfi.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak Gion Spa and Pub Surabaya belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan keterlibatan jaringan perekrutan terapis yang menyeret nama tempat usaha tersebut.

Beritajatim telah berupaya menghubungi seorang pria yang dikenal sebagai manajer Gion Spa and Pub dan biasa dipanggil Pak Wong untuk meminta konfirmasi. Namun, yang bersangkutan belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.

Penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan eksploitasi anak lintas daerah tersebut. (ted)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.