Probolinggo (beritajatim.com) – Viral di media sosial, tiga pemuda asal Kota Probolinggo dituding sebagai pelaku begal setelah terjadi aksi kejar-kejaran pada Selasa malam (12/5/2026). Peristiwa itu bahkan menyebabkan seorang aparat penegak hukum mengalami kecelakaan hingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Namun, pihak kepolisian memastikan kabar yang beredar tersebut tidak benar. Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, saat doorstop bersama awak media di Mapolres Probolinggo Kota, Rabu sore (13/5/2026), menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika tiga pemuda itu justru menjadi korban insiden di jalan.
Menurut Zainullah, peristiwa awal terjadi di sekitar kawasan King, Kota Probolinggo. Saat itu, tiga pemuda yang mengendarai sepeda motor disebut dipepet pengendara lain hingga terjatuh.
“Anak-anak ini sebenarnya terjatuh karena dipepet pengendara lain. Mereka lalu berniat mengejar kendaraan yang membuat mereka jatuh,” ujar Zainullah.
Di sekitar lokasi kejadian, terdapat sejumlah anggota TNI yang sedang berada di seberang jalan. Melihat adanya aksi kejar-kejaran, para pemuda tersebut diteriaki “begal” dan “maling” oleh warga yang belum mengetahui kejadian sebenarnya.
Teriakan itu memicu warga lain ikut melakukan pengejaran hingga ke wilayah Kebonsari. Saat ketiga pemuda tersebut memutuskan putar balik karena kehilangan jejak pengendara yang diduga menyebabkan mereka jatuh, situasi semakin gaduh.
Dalam proses pengejaran itulah terjadi kecelakaan antara aparat penegak hukum yang ikut mengejar dengan warga lain yang juga terpancing situasi. “Jadi sebenarnya bukan begal. Ini murni salah paham karena adanya teriakan saat pengejaran berlangsung,” tegas Zainullah.
Akibat insiden tersebut, seorang APH hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Mohamad Saleh.
Polisi juga menyebut hingga saat ini pihaknya masih memburu pengendara yang diduga menjadi penyebab awal ketiga pemuda tersebut terjatuh di lokasi pertama.
Sementara itu, pendamping ketiga pemuda, Agus Sugianto, menegaskan bahwa warga yang viral disebut begal itu sebenarnya hanya ingin mencari kejelasan atas kejadian yang mereka alami.
Agus menyebut salah satu pemuda bernama Akbar mendatanginya usai kejadian karena panik setelah mendadak viral di media sosial. “Anak-anak ini datang ke saya meminta bantuan karena tiba-tiba disebut begal dan viral. Akhirnya saya koordinasi dengan Polres supaya mereka bisa memberikan klarifikasi langsung,” kata Agus.
Tiga pemuda yang dimaksud diketahui bernama Akbar, Robet, dan Ridho. Mereka kemudian diantar ke Mapolres Probolinggo Kota untuk dimintai keterangan terkait kronologi kejadian sebenarnya. (rap/kun)




Comments are closed.