Fri,28 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Prabowo Ingatkan Jasa Ulama Lewat Slogan “Jas Hijau” di Pembukaan Muktamar ke-35 NU

Prabowo Ingatkan Jasa Ulama Lewat Slogan “Jas Hijau” di Pembukaan Muktamar ke-35 NU

prabowo-ingatkan-jasa-ulama-lewat-slogan-“jas-hijau”-di-pembukaan-muktamar-ke-35-nu
Prabowo Ingatkan Jasa Ulama Lewat Slogan “Jas Hijau” di Pembukaan Muktamar ke-35 NU
service

Jombang, NU Online

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggaungkan kembali slogan “Jas Hijau” dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).

Istilah tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama, merujuk pada ungkapan “Jas Merah” yang lebih dulu populer dari Presiden pertama RI Sukarno.

“Kalau tidak salah Bung Karno ya mengatakan Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah, saya ingin menyampaikan Jas Hijau, jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan penghormatan tinggi kepada para kiai dan ulama Indonesia, yang menurutnya memiliki kontribusi besar dalam sejarah kemerdekaan bangsa.

Ia menyoroti peran ulama dan pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam Pertempuran Surabaya pada Oktober-November 1945.

“Memang diproklamasikan di Jakarta tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya dan dalam pertempuran Surabaya Oktober-November tahun 1945 peran dari ulama peran dari kiai-kiai peran dari pesantren sangat besar saudara-saudara,” ujar Prabowo.

Prabowo turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh ulama di Indonesia, termasuk para kiai kampung yang menurutnya jarang dikenal publik namun memiliki peran besar dalam menjaga kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Yang terkenal maupun kiai-kiai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita, menjaga kerukunan umat dan kerukunan antar umat menjaga kedamaian di desa, dan mendoakan bangsa tanpa meminta apa pun kepada negara,” ujar Prabowo.

Ia menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia akan semakin maju berkat dukungan para ulama, baik dari kalangan NU maupun Muhammadiyah, sepanjang hampir dua tahun masa kepemimpinannya sebagai presiden.

“Indonesia Insyaallah akan bangkit. Saya hampir dua tahun jadi Presiden Republik Indonesia saya terima kasih dukungan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terima kasih,” tutur Prabowo.

Prabowo menegaskan keterkaitan erat antara kekuatan NU dan kekuatan bangsa Indonesia, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen NU yang hadir dalam pembukaan Muktamar ke-35.

“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.