Fri,28 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Prancis Terlalu Perkasa, Les Blues Bantai Swedia 3 Gol tanpa Balas

Prancis Terlalu Perkasa, Les Blues Bantai Swedia 3 Gol tanpa Balas

prancis-terlalu-perkasa,-les-blues-bantai-swedia-3-gol-tanpa-balas
Prancis Terlalu Perkasa, Les Blues Bantai Swedia 3 Gol tanpa Balas
service

Arina.id —Tim nasional Prancis kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah menyingkirkan Swedia dengan kemenangan meyakinkan 3-0 pada babak 32 besar. Hasil di Stadion New York New Jersey itu memastikan Les Bleus melangkah ke babak 16 besar, sekaligus memperpanjang performa impresif mereka sepanjang turnamen. 

Kemenangan tersebut memperlihatkan perbedaan kualitas yang cukup mencolok. Statistik pertandingan memperlihatkan betapa dominannya Prancis sepanjang laga. Les Bleus melepaskan 25 tembakan, lebih dari tiga kali lipat milik Swedia yang hanya mampu mencatat delapan percobaan. Dari jumlah itu, 13 tembakan Prancis tepat sasaran, sementara Swedia hanya menghasilkan tiga tembakan mengarah ke gawang, mencerminkan efektivitas serangan tim asuhan Didier Deschamps dalam membongkar pertahanan lawan.

Dominasi juga terlihat dari penguasaan permainan. Prancis menguasai 61 persen bola dan membangun serangan melalui 523 operan dengan tingkat akurasi mencapai 91 persen. Sebaliknya, Swedia hanya mencatat 326 operan dengan akurasi 81 persen, membuat mereka lebih sering bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan ketika kehilangan bola.

Tekanan tanpa henti dari Prancis tercermin dari jumlah sembilan tendangan sudut, berbanding hanya satu milik Swedia. Statistik tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pertandingan berlangsung di area pertahanan Swedia.

Meski bermain agresif, Prancis tetap disiplin dengan tidak menerima kartu kuning maupun kartu merah, sama seperti Swedia. Les Bleus memang sedikit lebih sering melanggar lawan, yakni 14 pelanggaran dibanding sembilan milik Swedia, sementara catatan offside juga lebih banyak, tiga kali berbanding satu kali, sebagai konsekuensi dari intensitas serangan yang terus mereka bangun.

Sorotan utama kembali mengarah kepada Kylian Mbappe. Sang kapten menjadi motor serangan Prancis dan menutup pertandingan dengan mencetak gol ketiga, sekaligus melanjutkan produktivitasnya di Piala Dunia 2026. Bersama para pemain kreatif seperti Ousmane Dembélé, Michael Olise, dan Bradley Barcola, lini depan Les Bleus terus memberikan tekanan yang membuat pertahanan Swedia kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan. 

Pelatih Didier Deschamps juga layak mendapat apresiasi. Sebelum laga, ia melakukan perubahan di sektor kiri dengan memasukkan Lucas Digne dan Bradley Barcola sejak menit awal. Perubahan tersebut membuat serangan Prancis lebih variatif sekaligus menjaga keseimbangan pertahanan ketika Swedia mencoba menyerang dari sisi sayap. 

Di kubu lawan, pelatih Graham Potter sebenarnya datang dengan optimisme setelah Swedia lolos ke fase gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Namun perbedaan kualitas individu dan kedalaman skuad membuat mereka kesulitan mengimbangi tempo permainan Prancis. Sebelum pertandingan, staf pelatih Swedia bahkan mengakui timnya datang sebagai underdog dan berharap mampu menciptakan kejutan. Harapan tersebut akhirnya pupus di hadapan permainan disiplin Les Bleus. 

Kemenangan ini juga memperkuat konsistensi Prancis sepanjang turnamen. Mereka menyapu bersih fase grup sebagai juara Grup I dengan sembilan poin sempurna, kemudian meneruskan tren positif di babak gugur. Ketajaman lini depan berpadu dengan solidnya pertahanan menjadikan Prancis sebagai salah satu tim dengan keseimbangan terbaik di Piala Dunia edisi kali ini. 

Bagi Swedia, kekalahan ini mengakhiri perjalanan yang sebenarnya cukup mengejutkan. Setelah lolos melalui jalur play-off dan berhasil menembus fase gugur, mereka harus mengakui superioritas salah satu favorit juara. Meski tersingkir, keberhasilan mencapai babak 32 besar tetap menjadi modal penting bagi generasi baru sepak bola Swedia. 

Kini tantangan yang lebih berat telah menanti Prancis. Di babak 16 besar, Les Bleus dijadwalkan menghadapi Paraguay, tim yang sebelumnya membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti. Duel tersebut diperkirakan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase gugur karena mempertemukan tim paling konsisten sepanjang turnamen melawan salah satu pembunuh raksasa di Piala Dunia 2026. Prancis Melaju Perkasa ke 16 Besar, Swedia Tak Berkutik Dibantai 3-0

Tim nasional Prancis kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah menyingkirkan Swedia dengan kemenangan meyakinkan 3-0 pada babak 32 besar. Hasil di Stadion New York New Jersey itu memastikan Les Bleus melangkah ke babak 16 besar, sekaligus memperpanjang performa impresif mereka sepanjang turnamen. 

Kemenangan tersebut memperlihatkan perbedaan kualitas yang cukup mencolok. Prancis tampil dominan sejak menit awal dengan penguasaan bola yang lebih baik, organisasi permainan yang rapi, serta efektivitas tinggi dalam memanfaatkan peluang. Swedia sempat mencoba mengandalkan serangan balik melalui duet Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, namun keduanya berhasil diredam lini belakang Prancis yang dikawal William Saliba dan Dayot Upamecano. 

Sorotan utama kembali mengarah kepada Kylian Mbappe. Sang kapten menjadi motor serangan Prancis dan menutup pertandingan dengan mencetak gol ketiga, sekaligus melanjutkan produktivitasnya di Piala Dunia 2026. Bersama para pemain kreatif seperti Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola, lini depan Les Bleus terus memberikan tekanan yang membuat pertahanan Swedia kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan. 

Pelatih Didier Deschamps juga layak mendapat apresiasi. Sebelum laga, ia melakukan perubahan di sektor kiri dengan memasukkan Lucas Digne dan Bradley Barcola sejak menit awal. Perubahan tersebut membuat serangan Prancis lebih variatif sekaligus menjaga keseimbangan pertahanan ketika Swedia mencoba menyerang dari sisi sayap. 

Di kubu lawan, pelatih Graham Potter sebenarnya datang dengan optimisme setelah Swedia lolos ke fase gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Namun perbedaan kualitas individu dan kedalaman skuad membuat mereka kesulitan mengimbangi tempo permainan Prancis. Sebelum pertandingan, staf pelatih Swedia bahkan mengakui timnya datang sebagai underdog dan berharap mampu menciptakan kejutan. Harapan tersebut akhirnya pupus di hadapan permainan disiplin Les Bleus. 

Kemenangan ini juga memperkuat konsistensi Prancis sepanjang turnamen. Mereka menyapu bersih fase grup sebagai juara Grup I dengan sembilan poin sempurna, kemudian meneruskan tren positif di babak gugur. Ketajaman lini depan berpadu dengan solidnya pertahanan menjadikan Prancis sebagai salah satu tim dengan keseimbangan terbaik di Piala Dunia edisi kali ini. 

Bagi Swedia, kekalahan ini mengakhiri perjalanan yang sebenarnya cukup mengejutkan. Setelah lolos melalui jalur play-off dan berhasil menembus fase gugur, mereka harus mengakui superioritas salah satu favorit juara. Meski tersingkir, keberhasilan mencapai babak 32 besar tetap menjadi modal penting bagi generasi baru sepak bola Swedia. 

Kini tantangan yang lebih berat telah menanti Prancis. Di babak 16 besar, Les Bleus dijadwalkan menghadapi Paraguay, tim yang sebelumnya membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti. Duel tersebut diperkirakan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase gugur karena mempertemukan tim paling konsisten sepanjang turnamen melawan salah satu pembunuh raksasa di Piala Dunia 2026.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.