EURO/USD1,17
%-0.02
Oil61,12
%-0.26
BTC0,000000
%0
ETH0,000000
%0
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Punya “Otak Kedua”, Menlu Singapura Andalkan AI Buatan Sendiri

Punya “Otak Kedua”, Menlu Singapura Andalkan AI Buatan Sendiri

punya-“otak-kedua”,-menlu-singapura-andalkan-ai-buatan-sendiri
Punya “Otak Kedua”, Menlu Singapura Andalkan AI Buatan Sendiri
0
Share

Share This Post

or copy the link


Foto: Spark

Teknologi.id – Di saat banyak pemimpin dunia masih sibuk membahas regulasi kecerdasan buatan (AI), Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, justru melangkah lebih jauh.Ia tidak hanya berbicara soal AI, tetapi langsung merancang dan membangun sendiri asisten AI pribadi untuk menunjang aktivitas diplomatiknya sehari-hari.

Balakrishnan menyebut sistem tersebut sebagai “otak kedua”. Asisten ini mampu membantu berbagai pekerjaan penting, mulai dari menjawab pertanyaan teknis, melakukan riset cepat, hingga menyusun draf pidato dan memberikan briefing harian.“Sistem ini telah menjadi sesuatu yang tak ternilai harganya, saya bahkan tidak berani mematikannya!” ujarnya.

Asisten AI Berbasis Komputer Mini 

Menariknya, sistem ini tidak bergantung pada server besar atau infrastruktur mahal. Balakrishnan membangunnya menggunakan teknologi open-source yang relatif terjangkau. Salah satu komponen utamanya adalah NanoClaw, asisten AI berbasis model Claude. Sistem ini dijalankan secara lokal menggunakan Raspberry Pi, komputer mini yang ukurannya ringkas namun cukup bertenaga. Dari perangkat kecil ini, AI miliknya bisa terhubung langsung ke berbagai aplikasi seperti WhatsApp, Telegram, Slack, hingga Discord .

Bikin AI Lebih “Paham Konteks” 


Foto: AI Generated

Agar asisten AI-nya tidak mudah “lupa konteks”, Balakrishnan juga menerapkan pendekatan yang dikenal sebagai “LLM Wiki”. Konsep ini dipopulerkan oleh Andrej Karpathy, dan bekerja dengan cara mengumpulkan berbagai dokumen penting seperti draf pidato, artikel, hingga catatan pribadi—untuk dijadikan basis pengetahuan.

Saat menerima pertanyaan, AI akan mencari informasi relevan dari basis data tersebut, lalu menyusunnya menjadi jawaban yang lebih akurat dan kontekstual. Semakin sering digunakan, performanya juga ikut meningkat.

Baca juga: Tanpa Mikrofon! Teknologi AI Ini Ubah Gerakan Leher Menjadi Suara Asli

Privasi Dijaga Ketat 

Sebagai pejabat negara, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Karena itu, seluruh sistem dirancang agar data tetap tersimpan secara lokal dan tidak keluar ke server eksternal. Proses pencarian data hingga pengolahan suara dilakukan langsung di perangkat (on-device). Selain itu, setiap percakapan dipisahkan dalam sistem tersendiri untuk mencegah kebocoran data. Dengan pendekatan ini, informasi sensitif tetap aman tanpa bergantung pada layanan cloud.

Baca juga: Krisis Literasi Gen Z: Alasan Profesor di AS Terpaksa Turunkan Standar Nilai Kampus

Tren Baru di Dunia Pemerintahan 

Langkah Balakrishnan mencerminkan tren yang mulai terlihat di berbagai negara. Di Albania, misalnya, pemerintah telah membagikan asisten AI kepada anggota parlemen, bahkan menunjuk bot AI sebagai bagian dari kabinet.

Sementara itu, Polandia активно mengembangkan teknologi AI dengan membagikan data dan model bahasa ke platform seperti Hugging Face. Bagi Balakrishnan, AI bukan lagi sekadar topik diskusi, melainkan alat kerja nyata yang bisa meningkatkan efisiensi.

Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa di era digital, keunggulan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(WN/ZA)

0
mutlu
Mutlu
0
_zg_n
Üzgün
0
sinirli
Sinirli
0
_a_rm_
Şaşırmış
0
vir_sl_
Virüslü
Punya “Otak Kedua”, Menlu Singapura Andalkan AI Buatan Sendiri
+ - 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.